Berita

hatta rajasa/rmol

Ternyata Hatta Rajasa Begitu Perhatian pada Pembentukan Karakter Anak Indonesia

SABTU, 12 OKTOBER 2013 | 18:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menko Perekonomian Hatta Rajasa meluncurkan dua seri buku cerita anak-anak di Godong Ijo, Kota Depok,  Sabtu (12/10). Kedua buku itu berjudul ‘Cerita Tentang Kebijaksanaan’ dan ‘Cerita Tentang Keberanian'.

Psikolog anak dari Lembaga Psikologi Terapan (LPT) Universitas Indonesia, Irma Gustiana, menilai Hatta pasti telah mendapatkan pengalaman sangat berharga dalam kehidupannya yang bersangkutan dengan kebiasaan bercerita atau mendongeng. Kebiasaan yang dirasakannya banyak memberi manfaat itulah yang ingin dikembangkan Hatta untuk juga dipetik generasi anak-anak saat ini.

“Beliau yang telah merasakan bagaimana pentingnya cerita dan dongeng berperan
dalam membentuk karakter anak, tampaknya ingin membagikan manfaat itu. Untuk itulah Pak Hatta mengemas kembali cerita-cerita rakyat tersebut agar bisa dinikmati anak-anak Indonesia saat ini, yang telah disesuaikan dengan elan zaman," kata Irma.

dalam membentuk karakter anak, tampaknya ingin membagikan manfaat itu. Untuk itulah Pak Hatta mengemas kembali cerita-cerita rakyat tersebut agar bisa dinikmati anak-anak Indonesia saat ini, yang telah disesuaikan dengan elan zaman," kata Irma.

Pengemasan kembali cerita-cerita rakyat dalam bentuk buku bergambar itu pun dipuji Irma sebagai upaya membudayakan kembali tradisi mendongeng dalam keluarga. Menurut dia, kehidupan urban kian menggerus kebiasaan baik tersebut, yang pada gilirannya mengurangi kehangatan hubungan orang tua dan anak dalam keluarga.

“Padahal kebiasaan bercerita kepada anak itu tepat dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai moral berupa kejujuran, keberanian, tanggung jawab, ketulusan, tolong menolong dan sebagainya. Cerita itu lebih mudah ‘nyangkut’ dalam alam pikiran anak.”

Pengamat parenting dan mantan pimpinan redaksi majalah Educare, Maghfirah Yeni, juga menyambut antusias upaya Hatta tersebut. Yeni mengatakan, pembentukan karakter tidak bisa dilakukan secara instan, namun harus mulai dibangun sejak dini, yakni pada usia kanak-kanak.

“Bagi saya, sungguh menarik jika seorang Hatta Rajasa ternyata begitu menaruh perhatian pada masalah pembentukan karakter pada anak ini,” kata Yeni.

Bagi penulis buku ‘Holistic Character (eduSmart for Parenting and Teaching) ‘ tersebut, sebagai  pengambil kebijakan penting di negara in, Hatta dinilainya mampu menangkap persoalan bangsa yang demikian pelik, yang hanya bisa diselesaikan oleh manusia-manusia dengan karakter yang tangguh, berani, dan jujur, yang pembentukannya memang harus dimulai sejak dini.

Namun demikian, Irma dan Yeni sama-sama sepakat bahwa buku tersebut tidak selayaknya hanya dibelikan para orang tua untuk anaknya. “Saya kira yang lebih penting, para orang tua membiasakan kembali mendongeng untuk putra-putrinya. Buku ini adalah alternative cerita yang akan diberikan,” kata Irma.

Dalam acara peluncuran itu tadi, Hatta Rajasa sendiri mengakui penerbitan dua seri buku cerita anak-anak itu karena sadar bahwa masa depan bangsa bergantung pada pembangunan kecerdasan dan karakter anak-anak saat ini. Peluncuran di kota layak anak tersebut diharapkan bisa membangkitkan kembali budaya mendongeng yang pernah turut membangun karakter para pemimpin bangsa ini.

“Saya sendiri dibesarkan dengan dongeng. Sehabis magrib kami sekeluarga pasti bersila, dan Ama (Ibu) mendongeng, bercerita tentang banyak hal, bahkan tentang hal-hal  di luar imajinasi saya yang saat itu masih kanak-kanak," jelasnya.

Melalui dongeng itulah, kata Hatta, dunia dan cakrawala berpikirnya menjadi luas, tak sebatas kampung. “Tetapi yang terutama, dongeng juga membangun kedekatan saya dengan Ama dan Bapak,” tambah Hatta.

Hatta menambahkan, ia pernah membaca pernyataan Albert Einstein yang berkata, bila mengharapkan anak-anak cerdas, bacakanlah mereka dongeng. Ingin lebih cerdas, maka bacakanlah lebih banyak dongeng. “Pengalaman saya menyatakan, keyakinan Einstein yang kecerdasannya tidak kita ragukan itu benar adanya,” kata dia.

Peluncuran buku sendiri berlangsung meriah. Begitu Hatta datang ke Godong Ijo, sekitar 130-an anak usia dini segera menyambutnya. Sebentar Hatta tampak rikuh. Namun segera Menko Ekonomi itu menikmati suasana, apalagi ketika anak-anak itu antusias saat Hatta bercerita tentang keberanian Landi, si landak yang cerdik dan berani.

Apalagi Hatta membawakan dongang yang terdapat dalam salah satu bukunya itu dengan peraga, berupa figur semacam wayang landak, dibantu Mia, seorang pendongeng yang hadir saat itu. Tak terlihat lagi Hatta, seorang menteri urusan serius seperti perekonomian, melainkan Hatta sang pendongeng.

Usai bercerita, kepada wartawan Hatta mengatakan, Indonesia sangat kaya akan cerita rakyat yang berisikan tuntunan moral pembentuk karakter. Jadi, pembuatan buku itu pun juga merupakan upaya melestarikan dan mengembangkan dongeng-dongeng dari seluruh Nusantara. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya