Berita

foto: net

Hukum

Ada Operasi Intelijen di Balik Misteri Narkoba di Ruangan Akil

KAMIS, 10 OKTOBER 2013 | 14:24 WIB | LAPORAN:

Kalangan intelijen diduga "bermain" dalam penemuan narkotika di ruang kerja Ketua Mahkamah Konstitusi non aktif, Akil Mochtar, saat penggeledahan dilakukan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ahmad Yani, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/10). Yani menegaskan indikasi itu menguat setelah hasil laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN) tak menemukan bukti penggunaan narkoba pada urine dan rambut Akil. Kesaksian para staf Akil di MK juga tidak mengarahkan ke fakta Akil sebagai pengguna narkoba.

"Gerakan intelijen bisa juga terjadi. Tapi, saya tidak menyebut ini intelijen negara, bisa saja intelijen swasta. Ini konspirasi, kan sudah biasa kalau ada mobil digeledah tiba-tiba ditemukan narkotika," ucap Yani enteng.


Konspirasi itu diduga tidak hanya untuk menghancurkan Akil Mochtar secara pribadi, tapi juga untuk menghancurkan wibawa lembaga MK yang selama ini dipimpinnya.

"Seperti ingin menghancurkan MK. Bukan hanya Akil, tapi lembaga secara keseluruhan. Karena selama ini MK seperti Tuhan, selain KPK," ujar Yani.

Dia meminta KPK menjelaskan asal muasal narkotika saat penggeledahan ruang kerja Akil Mochtar. Apalagi, tidak ada satu pun petugas di MK yang melihat keberadaan narkoba itu di tempat awal ketika penggeledahan dilakukan. Mereka hanya ditunjukkan ketika empat linting ganja dan dua pil mengandung sabu itu teletak di atas meja.  [ald]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya