Berita

Pertahanan

Kabareskrim: Penembakan Polisi Belum Selesai

RABU, 09 OKTOBER 2013 | 16:42 WIB | LAPORAN:

Kepala Bareskrim Polri Komjen Sutarman memastikan kasus penembakan misterius yang menimpa anggota polisi belum kelar. Polisi ditengarai akan tetap menjadi sasaran teror selama jaringan terorisme menganggap polisi sebagai penghalang.

"Kasus penembakan anggota menjadi target itu saya kira belum selesai, karena tindakan tegas yang kita lakukan kepada para pelaku terorisme ini, upaya mereka terhalang oleh kita," ujarnya usai menerima delegasi Komisi III DPR di kediaman pribadi, Jalan Kucica X Blok JF 58, Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (9/10).

Sutarman menjelaskan, jaringan terorisme merubah sasaran terornya dari objek-objek vital kepada anggota polisi. Lantaran, aparat keamanan dianggap menjadi penghalang terdepan bagi mereka dalam menjalankan aksinya.


"Selama ini target mereka itu adalah sipil-sipil dan pihak asing, tetapi karena ditangkap oleh Polri sehingga Polri dianggap sebagai penghalang, jadi target. Wajar kalau mereka menyerang polisi," jelasnya.

Untuk itu, lanjut Sutarman, pihak Polri membekali para anggota polisi di lapangan dengan kemampuan responsif dan persenjataan lengkap. Guna menghindari serangan tiba-tiba yang dilakukan jaringan terorisme.

"Kita harus membekali diri dengan kemampuan bahkan dengan menggunakan senjata, dan mengambil diskresi saat dia mengatasi masalah-masalah," tegas calon tunggal Kapolri itu.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya