Berita

gedung kpu/net

Politik

Barisan Jokowi: Kerjasama KPU-Lemsaneg Undang People Power

RABU, 09 OKTOBER 2013 | 12:18 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tiga episentrum gempa politik nasional harus dilenyapkan. Ketiganya adalah kerjasama Komisi Pemilihan Umum (KPU)-Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), larangan KPU terhadap berkampanye di media sosial, dan upaya pemerintah mengkooptasi Mahkamah Konstitusi dengan senjata ampuh berupa Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu).

Demikian disampaikan Ketua DPP Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) bidang Hukum Astro Girsang, melalui pernyataan tertulis yang diterima redaksi beberapa saat lalu (Rabu, 9/10). Secara khusus Bara JP menyorot kerjasama KPU-Lemsaneg. Menurut pendukung fanatik Jokowi ini, Lemsaneg yang berada langsung di bawah Presiden RI tidak pantas disertakan dalam penanganan Pemilu.

Ia mengutip UU 15 /2011 tentang Penyelenggara Pemilu, khususnya Pasal 2 tentang Asas Penyelenggara Pemilu, menganut asas mandiri, jujur, adil, kepastian hukum, tertib, menjunjung kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, efisiensi dan efektivitas. Dalam melaksanakan ketentuan tersebut, Peraturan Bersama antara KPU, Bawaslu dan DKPP tentang Kode Etik Penyelenggara Pemilu, menentukan kewajiban menjaga rahasia yang dipercayakan kepadanya.


Ia mengutip pula mantan anggota KPU, Mulyana Kusumah, yang menyatakan, untuk mewujudkan asas mandiri dan adil, maka Pasal 10 huruf c Kode Etik Penyelenggara Pemilu menegaskan, menolak segala sesuatu yang dapat menimbulkan pengaruh buruk terhadap pelaksanaan tugas dan menghindari intervensi pihak lain. Praduga politik bisa menjadi benih kuat ketidakpercayaan publik terhadap hasil Pemilu dan Pilpres.

Sedangkan Ketua DPP PDI Perjuangan, Adreas Pareira, meminta agar DPR mendesak KPU membatalkan MoU dgn Lemsaneg, karena akan mempunyai implikasi buruk dan panjang bagi Pemilu 2014 dan demokrasi di Indonesia. Lemsaneg tidak dirancang untuk membantu penghitungan suara.

Apabila KPU menyerahkan tugas pengamanan data kepada Lemsaneg, maka KPU akan kehilangan otoritas baik secara struktural maupun fungsional. Data penghitungan suara, by system akan berada di bawah kontrol Lemsaneg.

Lemsaneg hampir dipastikan akan lebih patuh pada atasannya, yaitu Presiden, yang notabene juga Ketua Umum Partai Demokrat.

"Taruhannya sangat luas dan membawa implikasi besar, yang dengan sendirinya mengundang people power nasional. Kita harus menghindari gempa bumi politik nasional. Hanya satu cara, lawan," tutup Astro Girsang. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya