Berita

hatta-jokowi/net

Persaingan Mengerucut ke Jokowi-Hatta

KAMIS, 26 SEPTEMBER 2013 | 07:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

. Jelang Pemilihan Presiden 2014 mendatang, perbincangan soal siapa yang akan bertarung dan layak untuk memimpin negeri ini sudah ramai dibicarakan, tak terkecuali di media sosial.

Berdasarkan persepsi publik di media sosial, popularitas dan sisi positif capres, menunjukkan persaingan capres mengerucut kepada figur Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.

Direktur Eksekutif Politicawave.com Yose Rizal, kemarin, mengatakan, pihaknya telah melakukan pengamatan terhadap berbagai media sosial seperti Twitter dan Facebook. Hasilnya, Jokowi tercatat sebagai calon presiden yang paling sering dibicarakan oleh semua media sosial, diikuti Dahlan Iskan, Megawati, dan Hatta Rajasa.


"Sepanjang waktu, di media-media itu selalu Jokowi yang dibicarakan,” jelas Yose.

Dari media sosial, kata Yose, pihaknya merekam hampir empat juta percakapan. Sebanyak 50 persen percakapan itu membicarakan Jokowi, diikuti membicarakan Dahlan Iskan, Hatta Rajasa, dan terakhir Gita Wirjawan. "Indonesia itu negara terbesar pengguna Twitter nomor lima, makanya media sosial tidak bisa diabaikan pengaruhnya," kata Yose.

Menurut Yose, Jokowi juga merupakan media darling yang merajai media online. Setelah itu, Dahlan dan Hatta mengikuti. Berdasarkan jumlah berita online, terang Yose, paling banyak berita Jokowi sekitar 15 ribu, diikuti oleh Dahlan Iskan sekitar 13 ribu, dan lalu diikuti oleh Hatta Rajasa.

Yang menarik, Politicawave.com pun tak hanya mencatat popularitas, melainkan pula penilaian positif publik terhadap para calon. Dari sisi popularitas, peringkatnya adalah Jokowi, Dahlan Iskan, Megawati, dan Hatta Rajasa. Sementara, dari sisi penilaian positif publik, Jokowi, Jusuf Kalla, Mahfud MD, dan Hatta Rajasa berada paling atas.

Jokowi dan Hatta menempati keduanya, yakni tokoh paling populer serta tokoh yang dinilai positif oleh publik.

Di lain pihak, Jusuf Kalla dan Mahfud MD yang dinilai positif oleh publik tidak cukup populer sebagai calon presiden karena dianggap belum mempunyai kendaraan politik untuk mengakomodasi mereka.

Sedangkan, pada sisi kendaraan politik, tentu saja Jokowi dan Megawati tidak mungkin memperebutkan partai yang bisa menjadi kendaraan mereka, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Dengan demikian, persaingan sebenarnya mengerucut kepada dua tokoh, yakni Jokowi dan Hatta Rajasa. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya