Berita

polisi ditembak/net

Banyak yang Jadi Korban, Bukti Anggota Polisi Tidak Terlatih

SELASA, 24 SEPTEMBER 2013 | 16:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Aksi brutal yang dialami polisi di Jakarta membuat warga prihatin dan sekaligus khawatir akan kondisi keamanan Ibukota.

"Jika polisi saja tidak bisa mengamankan dirinya dari serangan para kriminal, bagaimana bisa warga berharap polisi melindungi mereka,"  jelas Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane (Selasa, 24/9).

Selama sembilan bulan terakhir di 2013, Januari hingga September, sebanyak 17 anggota Polri menjadi korban "kekejaman Jakarta".  Dari 17 polisi korban "kekejaman Jakarta" itu, sebanyak 7 polisi dikeroyok, 6 polisi ditembak, 3 polisi ditusuk atau dibacok, dan satu rumah polisi ditembak. Akibat peristiwa ini sebanyak 11 polisi luka-luka dan empat lainnya tewas tertembus peluru.


Berbagai peristiwa ini menunjukkan ada tiga fenomena baru dalam dinamika kepolisian. Pertama, jelas Neta, peristiwa ini menunjukkan bahwa Jakarta makin tidak aman lagi bagi polisi. Kedua, hubungan polisi dengan masyarakat kian buruk. Kelompok-kelompok masyarakat makin nekat berbuat anarkis pada polisi. Ketiga, peristiwa ini menunjukkan bahwa polisi di ibukota makin tidak terlatih, baik dalam bela diri maupun dalam menggunakan senjata api.

"Berbagai peristiwa ini harus dicermati Polri agar kasus-kasus pengeroyokan dan penembakan terhadap polisi di Jakarta tidak terus terjadi dan mempermalukan institusi kepolisian," demikian Neta. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya