Berita

Jeffrie Geovanie/net

Kalau Mau Sukses, Komite Harus Bisa Membuat Konvensi Menyedot Perhatian Publik

SELASA, 24 SEPTEMBER 2013 | 13:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Konvensi Partai Demokrat harus menjadi perhatian publik kalau ingin sukses. Makanya, harus ada komitmen kuat dari pimpinan Demokrat, misalnya penyediaan biaya yang cukup untuk mengiklankan berbagai keunggulan penyelenggaraan konvensi. Karena biaya seperti ini memang tak bisa dibebankan kepada para peserta karena umumnya sudah terbebani ongkos sosialisasi dirinya sendiri.

"Konvensi capres Demokrat tidak akan mencapai sasaran bila media tidak maksimal memberitakannya. Lagi-lagi pertanyaannya adalah bagaimana media-media akan memberitakannya kalau design kampanye dari konvensi tidak menarik?" ungkap pendiri The Indonesian Institute, Jeffrie Geovanie (Selasa, 24/9).

Para peserta konvensi Demokrat juga harus diperkenalkan ke publik melalui iklan-iklan di televisi dan koran-koran. "Sekarang ini sunyi senyap, dan tampaknya tidak banyak yang serius memperkenalkan diri kecuali Dahlan Iskan, Pramono Edi Wibowo dan Gita Wirjawan," imbuh Jeffrie.


Hal itu dikatakan Jeffrie terkait acara deklarasi peserta konvensi Minggu malam lalu di Hotel Sahid, Jakarta yang menurutnya justru menjadi antiklimaks. Menurutnya, sebelum deklarasi penyelenggaraan konvensi dilakukan, seyogianya sudah ada parade iklan di televisi, di koran-koran Ibu Kota-minimal sepuluh kali tayang-dengan memperkenalkan visi-misi para peserta.

"Jika hal itu terjadi, saya yakin, selain ada kemeriahan, publik akan bergairah mengamatinya. Para akademisi akan ramai membahasnya dari hari ke hari," ungkapnya.

Selain itu juga, saat ini mestinya bukan lagi membicarakan lembaga mana yang akan menjadi lembaga survei untuk konvensi. Tapi seharusnya publik sudah disajikan hasil survei bulan September ini agar publik tahu peringkat ke 11 peserta konvensi.

"Untuk survei seharusnya dilakukan tiap bulan. Jadi publik bisa tahu siapa yang unggul di September, Oktober, Desember dan seterusnya. Tiap minggu malam idealnya dilakukan debat publik di antara peserta konvensi, ditindaklanjuti menjadi polemik di koran-koran dan televisi esok harinya. Jadi betul-betul tiada hari tanpa berita konvensi," jelas pengamat yang pertama kali menyarankan partai menggelar konvensi jelang 2014. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya