Berita

Ruhut Sitompul/net

Ruhut Sitompul: Emang Gua Pikirin, Mereka hanya Tunjukkan Kebodohan

SELASA, 24 SEPTEMBER 2013 | 10:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ruhut Sitompul tak mau ambil pusing atas penolakan sejumlah anggota Komisi III DPR terkait penunjukannya sebagai Ketua Komisi yang membidangi masalah hukum tersebut.

"Itu yang aku bilang, EGP. Emang gua pikirin. Kedua, janganlah kita tunjukkan kebodohan kita," ujar Ruhut kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 24/9).

Ruhut tak menampik soal Tata Tertib Dewan dan UU MPR,DPR, DPD dan DPRD (MD3), pasal 52 ayat yang 6 mengatur tata cara pemilihan pimpinan alat kelengkapan DPR. Disebutkan, dalam hal pemilihan pimpinan komisi berdasarkan musyawarah untuk mufakat dan jika itu tidak tercapai, maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.


Namun, dia mengingatkan, istilah hukum pacta sunt servanda. Yaitu, perjanjian yang sudah disepakati oleh para pihak, berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak yang menyelenggarakan.

"Inilah kenegarawanan Pak SBY. Kami partai pemenang, suara terbanyak. Tapi bagi Pak SBY, dalam membangun bangsa ini, kita harus bersama-sama. Jangan menantang-mentang menang. Kasih juga jabatan kepada yang lain. Semua setuju. Jadi kami hanya ambil tiga komisi. Kasih Golkar dua, PDIP dua. Sampai yang kecil pun dapat, ada di Baleg dapat wakil dan sebagainya. Belum pernah ada voting," ulas Ruhut.

Menurutnya, kalau mau konsisten dalam setiap pemilihan pimpinan alat kelangkapan DPR melalui voting, Demokrat akan menguasai semuanya. "Dia sekarang merujuk ke aturan yang lebih bawah. Ya ketawalah kodok. Kalau merujuk ke pasal itu, 11 Komisi bisa kami ketuanya. Semua badan, semua alat kelengkapan DPR kami ketuanya," tegas Ruhut.

Karena itu, Ruhut Sitompul menegaskan, penunjukannya oleh Fraksi Demokrat tak bisa diganggu gugat. Karena jabatan itu sudah menjadi hak fraksinya. "Itu nggak bisa. Nggak ada itu. Itu kan mereka one man show. Dalam ilmu preman, kalau mau punya nama, ya mengganggu kepala preman," ungkap Ruhut sambil tertawa kecil. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya