Berita

Irman Putra Sidin/net

Pertahanan

Seharusnya SBY Keluarkan Pernyataan Dukung Polri

SENIN, 23 SEPTEMBER 2013 | 15:59 WIB | LAPORAN:

Saat terjadi penembakan beruntun terhadap aparat kepolisian dalam beberapa bulan terakhir ini, mestinya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan tegas menyatakan bahwa dirinya mendukung Polri.

Sebab, dukungan membela Polri itu akan menjadi spirit dan semangat bagi aparat dan institusi kepolisian alat negara ini untuk tetap menjaga keamanan masyarakat selama 24 jam.

"Ketika terjadi penembakan dengan target aparat kepolisian, seharusnya SBY sebagai presiden dan membawahi institusi Polri, mestinya dia berani menyatakan dengan tegas bahwa melawan aparat berarti harus berhadapan dengan saya. Pernyataan ini akan menjadi spirit bagi Polri dalam menjalakan keamanan masyarakat," tandas pakar hukum tata negara Irman Putra Sidin dalam diskusi 'Kekerasan pada Aparat dan Wibawa Negara' di gedung DPR, Senin (23/9).


Terlepas ada konflik internal, terorisme, dan atau konflik lainnya menurut Irman, institusi Polri dan TNI tetap harus dipisah. Sebab, tugas dan fungsinya berbeda. Dimana tantangan keamanan masyarakat ke depan makin kompleks dan berat. Demikian juga tantangan pertahanan global ke depan makin berat, maka tak perlu lagi disatukan.

"TNI/Polri harus sama-sama menjadi intitusi negara yang profesional," ujarnya.

Berbarengan dengan itu dia tetap mendukung semua pejabat negara seperti Kapolri, Panglima TNI, Hakim Agung dan KPK dipilih dan atau diuji oleh DPR RI, karena semua pejabat tersebut akan berhadapan dengan rakyat.

Karena itu Presiden dan DPR RI harus ikut mengembalikan wibawa aparat kepolisian tersebut agar tetap percaya diri (pede) dalam menjalakan tugasnya sebagaimana amanat UUD NRI 1945.

Hal yang sama disampaikan TB. Soemandjaja. Politisi PKS ini mengatakan,  Polri harus tetap profesional, dan independen dalam menjalankan tugasnya meski berada di bawah presiden.

"Saya harap Polri kerjanya dan lembaganya harus profesional, percaya diri, dan  independen dalam menjalankan keamanan masyarakat," tegas Soemandjaja. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya