Berita

FOTO:NET

Olahraga

GOR Koja Runtuh, DPRD Minta Jokowi Lebih Tegas dan Mawas

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2013 | 15:18 WIB | LAPORAN:

Kalangan anggota Komisi D DPRD DKI meminta Gubernur Joko Widodo dan wakilnya, Basuki T Purnama segera mengecek langsung kinerja bawahannya di lapangan.

Insiden runtuhnya bangunan proyek Gelanggang Olahraga (GOR) Koja di Jalan Balai Rakyat, Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara pada Kamis (19/9) menunjukkan bahwa ada kelalaian dan kurangnya pengawasan dari aparat yang berwenang. Akibat peristiwa itu, enam orang pekerja harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Pelabuhan, Semper, Jakut karena mengalami cedera terkena reruntuhan proyek bangunan GOR.

"Aparatur pemerintah daerah sering banyak masalah. Ini kurang pengawasan. Rata-rata mereka diuber tsunami proyek pembangunan fisik di akhir tahun," ujar anggota Komisi D DPRD DKI, Muhammad Sanusi kepada wartawan di DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (20/9).


Sanusi menilai jika terlalu banyak terima tender praktis membuat pengerjaan proyeknya jadi terburu-buru dan asal.

"Tender mulai Juli-Agustus. Uber-uberan. Beton juga punya umur, belum cukup umurnya sudah dibebanin. Ya roboh," tuturnya.

Menurut hemat dia, gubernur perlu mempertimbangkan kembali menggunakan skema Surat Penyertaan Dana (SPD) dalam setiap proses pembangunan. Hal ini untuk menghindari tangan usil yang ingin memainkan anggaran proyek.

"Makanya, dari dulu saya sudah bilang, pakai turn key project atau pengerjaan proyek yang dibayar di akhir tahun. Pakai surat penyertaan dana (SPD) dulu kan bisa. Ini masalah klasik. Nah sekarang tender di akhir tahun. Pasti kebut-kebutan," kritiknya.[wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya