Berita

presiden sby/net

Presiden SBY: Anggota Polri Jangan Bekerja Sendiri

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2013 | 07:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden SBY menaruh perhatian besar terhadap sejumlah insiden penembakan yang dialami oleh anggota kepolisian. Presiden pun turut berbela sungkawa kepada korban.

"Akhir-akhir ini, sejumlah anggota Polri jd korban kejahatan kelompok tertentu. Kita, terlebih keluarga yg ditinggalkan tentu berduka," ujar SBY seperti dikutip dari akun Twitter-nya pagi ini (Kamis, 19/9). Insiden penembakan yang terjadi terakhir ini dialami Bripka Sukardi yang tewas ditembak di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta dan Briptu Ruslan di kawasan Depok.

Menurut Presiden, demi negara dan rakyat, prajurit TNI serta Polri siap mengorbankan jiwa dan raganya. Tetapi, Presiden mengingatkan, korban yang tidak perlu tetap bisa dicegah. Apalagi jika korban jiwa itu diakibatkan karena kelengahan dan kelalaian. Makanya, para Komandan dan anggota Polri harus senantiasa waspada.


Di negara manapun kejahatan akan selalu ada, termasuk kepada polisi. Waspada, jangan lengah dan terus melaksanakan tugas melindungi rakyat. "Sebelum mengamankan & melindungi masyarakat, pastikan Polri bisa menjaga terlebih dulu keamanan & keselamatannya," ungkap Presiden.

Karena itu, Presiden sudah menginstruksikan agar dalam rangka tugas, anggota Polri jangan bekerja sendiri. Tetapi minimal dalam hubungan kelompok 2-3 orang. "Harus dicegah pula seorang anggota Polri berseragam jalan sendiri, tanpa tugas & perintah, apalagi berada di tempat-tempat yg rawan," demikian Presiden. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya