Berita

azwar abubakar

Wawancara

WAWANCARA

Azwar Abubakar: Penerimaan 65 Ribu CPNS Dilarang Keras Melalui Calo

RABU, 18 SEPTEMBER 2013 | 09:56 WIB

Pemerintah membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di berbagai instansi, baik di pusat maupun daerah. Ratusan ribu pelamar diperkirakan ikut mengadu nasib penjadi birokrat.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Azwar Abubakar mengatakan, saat ini dibutuhkan sebanyak 65 ribu-an PNS.

”65 ribu-an PNS itu untuk mengisi posisi kosong, seperti yang sudah pensiun dan meninggal dunia. Selain itu untuk mengisi kebutuhan di sejumlah instansi,’’ kata Azwar Abubakar kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, Senin (16/9).


Berikut kutipan selengkapnya:

Berarti anggaran untuk gaji membengkak dong?
Memang anggaran untuk gaji PNS dinilai sangat besar. Tapi penerimaan kali ini benar-benar sesuai kebutuhan. Anggaran yang dikeluarkan harus sesuai dengan kinerjanya.

Untuk kali ini juga diterapkan penerimaan PNS dengan model re-distribusi. Artinya, bila ada tenaga yang masih bisa diberdayakan, tentu diberdayakan untuk mengisi posisi yang dibutuhkan itu.

Bagaimana model seleksi penerimaan CPNS kali ini?

Kita membuka dengan model sistem kombinasi, yakni lembar jawaban computer (LJK) dan program Computer Assisted Test (CAT).

Yang CAT itu belum diterapkan untuk semuanya, baru untuk sekitar 12 instansi saja yang siap. Ini kan soal model pelaksanaan teknis saja, agar seleksi dilakukan secara akuntabel, transparan, dan dipercaya.
 
Model penerimaan seperti itu bisakah mengubah cara kerja dan cara berpikir PNS?

Ujian penerimaan CPNS kali ini dilakukan dengan fair. Negara akan mendapatkan putra-putri terbaik bangsa, sesuai hasil tes.

Dengan penerimaan yang transparan dan murni, maka masyarakat kita, terutama pemuda yang ingin menjadi PNS akan percaya lagi kepada pemerintah.
 
Dengan model seleksi seperti ini memberi peringatan bahwa sekolah bukan sekadar memperoleh ijazah. Tapi belajarlah yang benar.
 
Bagaimana kalau ada titipan dan calo?
Saya katakan, tidak ada yang boleh menitip-nitip. Anggota keluarga saja tidak boleh dibantu. Kalau ada calo akan dipecat dan dihukum seberat-beratnya.

Makanya kita juga meminta agar masyarakat tidak berharap pada calo. Itu tidak akan bisa membantu. Kalau mau lulus, ya belajarlah. Jangan berharap pada calo.

Calo sudah sering diingatkan, tapi tetap saja ada, ini bagaimana?

Memang sudah berulangkali diperingatkan, namun masih ada calo. Makanya akan dipecat dan dihukum berat saja. Kami sudah mengingatkan dilarang keras penerimaan CPNS melalui calo.

Kapan reformasi birokrasi terwujud?
Saya  melihat, proses reformasi birokrasi berjalan on the track,  ada kemajuan. Artinya, semakin baik di masing-masing lembaga, baik di pusat maupun daerah.

Meski begitu, kita mengakui masih banyak yang harus dilakukan untuk memperbaikinya.

Lembaga apa saja yang sudah melakukan reformasi birokrasi?

 Paling tidak, sampai saat ini ada 16  kementerian yang sudah diaudit. Hasilnya semakin baik tata kelolanya. Begitu juga sejumlah instansi di daerah.

Apa manfaat dari reformasi birokrasi itu?
 Tentu bisa menghemat anggaran. Contohnya di Kementerian  Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, yang tadinya ada enam deputi, kini menjadi empat deputi dan ditambah satu Sekjen. Dengan reformasi yang dilakukan, kami bisa menghemat anggaran sebesar 30 persen.

Coba bayangkan, berapa besar anggaran bisa diselamatkan dengan reformasi birokrasi. Nantinya anggaran itu bisa dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat.

Apa dengan penghematan itu dianggap sukses melakukan reformasi birokrasi?

Tentu ukurannya bukan hanya soal anggaran semata.Tapi juga menilai kinerja PNS, apakah efektif atau tidak. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya