Berita

Abdul Fattah/net

Nusantara

Pengadilan Tipikor Harus Transparan Kenapa Ahmad Fattah Belum Ditahan

SELASA, 17 SEPTEMBER 2013 | 20:05 WIB | LAPORAN:

Ada keanehan yang dilakukan oleh Pengadilan Tipikor, Jambi terkait tidak ditahannya Bupati Batanghari, Abdul Fattah yang diketahui sudah 3 kali menjalani sidang dalam perkara kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar) tahun 2004.

Hal itu sebagaimana dikatakan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Jambi, Prof Johni Najwan saat dihubungi wartawan, Selasa (17/9).

Menurut Prof Johni secara hukum, ditahan atau tidaknya seorang terdakwa adalah wewenang pengadilan yang menangani. Nah, dalam kapasitas Abdul Fattah ini pantas bila ada sesuatu yang dicurigai.


"Ini jelas pasti ada apa-apanya. Mayoritas terdakwa semuanya ditahan, kok dia (Abdul Fattah) tidak. Masyarakat juga harus tahu, dan penegak hukum dalam hal ini pengadilan harus transparan," terang dia.

Seharusnya, terang Johni, sudah sepatutnyalah setiap terdakwa ditahan. Penahanan, perlu dilakukan sebagai upaya agar si pelaku kejahatan tersebut tidak melakukan tindakan lain misalkan menghilangkan barang bukti, ataupun mengintimidasi saksi. "Demi penegakkan keadilan, dan perlakuan sama terhadap hukum, seorang terdakwa seharusnya ditahan," tegasnya lagi.

Sebagaimana diketahui Bupati Batanghari sekaligus terdakwa dalam kasus korupsi Abdul Fattah, saat ini sudah dinonaktifkan oleh Mendagri Gamawan Fauzi (13/9) dan semua tugas dilimpahkan ke Wakil Bupati H. Sinwan,SH, yang ditunjuk Mendagri sebagai Plt Bupati Batanghari. Hal ini berkaitan karena statusnya sebagai terdakwa kasus pengadaan mobil damkar tahun 2004 yang tengah disidangkan Pengadilan Tipikor Jambi.

Namun sayangnya saat ini walaupun sudah 3 kali disidangkan dan akan masuk pada sidang ke-4 besok, Abdul Fattah yang juga menjabat Ketua DPD Demokrat Kabupaten Batanghari ini masih berkeliaran bebas dan belum ditahan.

Berdasar sumber informasi terpercaya, kasus terkait Abdul Fatah selain korupsi damkar, juga ada beberapa proyek yang menjerat, seperti pembangunan sport center ala "hambalang" di Batanghari, senilai Rp 30 Miliar dengan modus penunjukan langsung.

Sementara itu, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menilai sangat keterlaluan jika pengadilan tidak melakukan penahanan terhadap Bupati Batanghari, Abdul Fattah yang telah dinonaktifkan. "Yang namanya kasus korupsi semestinya tidak ada alasan untuk tidak dilakukan penahanan, karena bisa jadi terdakwa melarikan diri," ujarnya.

Menurut Boyamin kasus korupsi Bupati Batanghari ini bisa menjadi petunjuk sebagai awalan untuk mengungkapkan kasus-kasus korupsi lainnya yang ada di sana oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

"Ini sebagai titik awal untuk mendesak KPK melakukan penyidikan. Karena Batanghari dalam catatan kami juga termasuk daerah di Sumatera yang banyak indikasi-indikasi korupsinya," tandasnya. [rus]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya