Komite Olimpiade Indonesia (KOI) bersama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengukuhkan kontingen Indonesia yang akan berlaga di ajang Islamic Solidarity Games (ISG) III di kota Palembang, Sumatera Selatan, pada 22 September-1 Oktober.
Pengukuhan kontingen dilangsungkan di Kantor KOI, FX Sudirman, Jakarta, Selasa malam (17/9). Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dan Ketua KOI, Rita Subowo, secara simbolis mengukuhkan kontingen Indonesia yang berkekuatan 345 orang, 146 atlet putra, 87 atlet putri, 79 ofisial, dan sisanya tim pendukung.
Indonesia akan mengikuti 13 cabang olahraga yang dipertandingkan. Cabang olahraga tersebut yaitu atletik, bola basket, bola voli indoor, bola voli pantai, taekwondo, karate, wushu, renang, bulu tangkis, sepak bola, tenis lapangan, panahan, dan angkat besi.
Menpora Roy Suryo menargetkan, Indonesia menempati peringkat 10 besar pada pesta olahraga negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) ini.
"Mengharapkan setidak-tidaknya 10 besar. Hari ini kita sudah melangkah. Atlet Indonesia diibaratkan pesawat, sekali sudah diberangkatkan tidak ada kata untuk mundur," tutur Roy .
Target yang ditetapkan oleh Roy Suryo itu lebih baik dibandingkan pencapaian ISG pertama di Arab Saudi pada 2005. Waktu itu, Indonesia menempati peringkat 18 dari 57 negara peserta.
Sementara itu, Ketua Kontingen Indonesia, Ahmad Solikhin mengatakan, Indonesia mempunyai peluang untuk meraih medali di cabang olahraga, Bulu Tangkis, Atletik, Taekwondo dan Karate.
"Target realistis, Indonesia masuk peringkat 15 besar," katanya.
Sebelumnya Kemenpora dan KOI telah menandatangani kerja sama nota kesepahaman (MoU) terkait pencairan dana untuk Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 di Palembang.
Pada penandatanganan MoU ini, pihak Kemenpora diwakili oleh Seskemenpora, Yuli Mumpuni Widarso, dengan Ketua KOI, Rita Subowo, yang disaksikan langsung oleh Panitia Nasional dan Daerah ISG 2013 serta tim asistensi dari lintas sektoral. Setelah itu dilakukan pengukuhan di kantor KOI Jakarta Pusat.
Dengan adanya penandatangan MoU ini dipastikan dana bantuan sosial dari pemerintah untuk pelaksanaan ISG 2013 di Palembang sebesar Rp128 miliar bisa digunakan sesuai dengan ketentuan yang ada. Dana sebesar Rp 128 miliar ini tidak hanya digunakan untuk satu pihak saja melainkan sudah dibagi dalam beberapa pos. Panitia Nasional sebesar Rp 1,8 miliar, Panitia Pusat Rp 47 miliar dan untuk Panitia Daerah Rp 79 miliar.
"Memang baru sekarang MoU ditandatangani. Makanya kami butuh pengawalan supaya setelah kegiatan ini kita selamat," kata Rita.
[ald]