Berita

Tubagus Hasanuddin/net

Politik

Komisi I: Satu Calon Dubes Terindikasi Korupsi

SELASA, 17 SEPTEMBER 2013 | 15:25 WIB | LAPORAN:

Komisi I DPR menemukan indikasi pelanggaran hukum yang dilakukan salah satu calon duta besar RI untuk 22 negara.

Wakil Ketua Komisi I Tubagus Hasanuddin mengatakan, dalam pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test terhadap 22 calon duta besar, pihaknya tidak dalam rangka menolak atau menyetujui. Namun, hanya memberi rekomendasi apakah secara kompetensi calon yang ditunjuk mampu ditempatkan di negara yang dituju. Termasuk juga integritasnya yang harus bebas dari indikasi korupsi.

"Kan unyu jika ada seorang dubes dipanggil KPK," katanya di gedung DPR Jakarta, Selasa (17/9).


Menurut Hasanuddin, hasil telaah berkas biodata, dokumen latar belakang, dan informasi dari masyarakat soal calon duta besar, terdapat satu orang yang memiliki keterkaitan perkara hukum dengan Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Saat fit and proper test kita akan klarifikasi hal itu, benar atau tidaknya. Karena kita tidak ingin punya dubes yang sebentar-bentar dipanggil KPK untuk diperiksa terkait kasus korupsi," jelasnya.

Namun, politisi PDI Perjuangan tersebut enggan membeberkan nama calon duta besar yang terindikasi terlibat kasus hukum di KPK.

Diketahui, pemerintah mengusulkan beberapa nama untuk menjadi perwakilan Indonesia di 22 negara. Komisi I DPR melakukan uji kepatutan dan kelayakan selama dua hari ke depan mulai hari ini.

Berikut nama-nama calon dubes yang diusulkan pemerintah; Fauzi Bowo untuk negara Jerman; Suprapto Martosetomo untuk Afrika Selatan; Yuli Mumpuni untuk Spanyol; Yusron Ihza Mahendra untuk Jepang; Budi Bowoleksono untuk Amerika Serikat; Linggawaty Hakim untuk Swiss; Komjen (Purn) Ito Sumardi untuk Myanmar; Letjen (Purn) TNI Jhony Lumintang untuk Filipina; dan Drs Yuwono A Putranto untuk Norwegia.

Lalu, Raudin Anwar untuk Libya; Abdurrahman M Fachir untuk Arab Saudi; Jose Antonio Morato Tavares untuk Selandia Baru; Irmawan Emir Wisnandar untuk Laos; Sugeng Rahardjo untuk China; Burhanuddin untuk Sudan; Nurul Qomar untuk Brunei Darussalam; Gary Rachman Makmun Jusuf untuk Kepulauan Fiji; Rahmat Pramono sebagai PTRI ASEAN; Diar Nurbiantoro untuk Rumania; Mulya Wirana untuk Portugal;Pitono Purnomo untuk Kamboja; dan Moenir Ari Soenanda untuk Peru. [rus]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Jokowi Sumber Masalah Bangsa

Minggu, 08 November 2026 | 08:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya