Berita

Siarkan Acara Konvensi Demokrat, TVRI Diskriminatif

SELASA, 17 SEPTEMBER 2013 | 09:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Acara konvensi Partai Demokrat yang disiarkan secara tunda oleh TVRI pada Minggu malam menuai protes dari sejumlah kalangan. Tak hanya anggota Komisi I DPR, pengamat juga mempertanyakan siaran tunda selama empat jam tersebut.

"Jika memang TVRI telah melakukan siaran langsung konvensi Partai Demokrat, yang bisa dikategorikan sebagai pemihakan politik, maka lembaga penyiaran publik tersebut sudah melanggar aturan dan Direksinya sudah melakukan abuse of power dan perlu dijerat dengan pasal pidana," ujar pengamat politik senior AS Hikam (Selasa, 17/9).

Menurut Hikam, bukan saja siaran tersebut telah membuang waktu siaran, tetapi juga telah menjadi sebuah pameran pelanggaran hukum yang luar biasa. Bayangkan, siaran langsung konvensi parpol selam empat jam terus menerus. Lalu bagaimana dengan siaran berita, siaran lain yang sebelumnya sudah disiapkan. Dan yang lebih penting lagi, bagaimana penonton yang bukan pendukung atau simpatisan partai berkuasa tersebut.


"Kalau mau fair, TVRI juga harus menyiarkan setiap acara konvensi parpol di negeri ini, atau kegiatan nasional mereka! Tapi saya tidak yakin Direksi TVRI akan punya kemauan tersebut. Sikap TVRI yang diskriminatif seperti itu jelas berlawanan dengan misi lembaga penyiaran publik dan melecehkan nalar publik di negeri ini," demikian Wakil Rektor President University ini.

Kepada pers, pihak TVRI sendiri sudah menjawab hal tersebut. Manajer Sekretariat Dewan Direksi TVRI Usy Karundeng menjelaskan, penayangan siaran tunda konvensi Partai Demokrat adalah kebijakan redaksi. Tidak ada ikatan kerja sama ataupun kepentingan komersial antara TVRI dan Partai Demokrat. "Semua media meliputnya karena memang acara itu layak untuk diberitakan," jelasnya.

Dia juga mengklarifikasi tayangan Konvensi Capres Partai Demokrat bukanlah siaran langsung atau blocking time, melainkan siaran tunda selama dua jam. Menurutnya, tidak ada yang salah dalam menayangkan kegiatan partai politik selama dalam posisi berimbang.

Apalagi, dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi I DPR dan TVRI beberapa waktu lalu juga sudah disepakati bahwa TVRI sebagai lembaga penyiaran publik harus memberikan perlakuan yang adil terhadap semua partai politik yang ada. Untuk durasi, itu tergantung dari konsep acara partai itu.

Karena itu, kata dia, TVRI juga sempat menayangkan acara Rakernas PDI Perjuangan pada awal September 2013 dengan format breaking news. Setiap partai politik, kata Usy, hanya diberikan kesempatan penayangan satu kali. "Kami sangat berhati-hati, parpol hanya satu kali. Ini termasuk iklan sosialisasi hingga dialog internal," imbuh Usy. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya