Berita

bripka sukardi/net

Penembakan Terhadap Anggota Polri Diduga By Design Jelang 2014

SELASA, 17 SEPTEMBER 2013 | 08:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kasus-kasus penembakan terhadap anggota Polisi akhir-akhir ini patut diduga by design setelah mencermati pola dan momentum kejadiannya. Salah satunya adalah terkait jelang Pemilihan Presiden 2014 mendatang.

Komisoner Komnas HAM, Maneger Nasution menjelaskan, dalam sejarah peralihan kepemimpinan nasional, hampir tidak pernah mulus, bahkan "berdarah-darah".

"Lihatlah peralihan dari Soekarno ke Soeharto. Soeharto ke Habibie. Habibie ke Gus Dur lalu ke Megawati. Ingat 2014 adalah tahun politik. Ini harus kita cegah guna menjaga keberlangsungan nasib demokrasi kita," ujar Maneger kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 17/9).


Selain itu, kasus-kasus penembakan tersebut juga memberikan pesan terang benderang kepada publik bahwa saat ini kita berada daalm darurat keamanan. Bagaimana tidak, Polisi yang sejatinya  menjadi pelindung masyarakat, justru tidak bisa melindungi dirinya sendiri.

Situasi ini bena-benar menghadirkan keresahan publik. "Perlu diingatkan kembali bahwa kekuranghadiran negara menciptakan keamanan bagi warganya adalah pelanggaran konstitusi," demikian Maneger.

Dua kasus penembakan terakhir terhadap Polisi dialami Bripka Sukardi di kawasan Kuningan, Jakarta dan Briptu Ruslan di wilayah Depok. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya