Berita

Brigjen Ari Dono Sukmanto

Pertahanan

TEROR DI POSO

Polda Sulawesi Tengah Kejar Buronan Teroris Poso

SENIN, 16 SEPTEMBER 2013 | 18:34 WIB | LAPORAN:

Meski situasi Kamtibmas di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, saat ini cukup kondusif, namun masyarakat diminta untuk tetap waspada.

Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Ari Dono Sukmanto, mengungkapkan bahwa aparat Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah bersama Polres Poso tetap mengejar sejumlah buronan terduga teroris, di wilayah Poso, Sulawesi Tengah.

"Kondisi di wilayah Kabupaten Poso saat ini sudah sangat kondusif. Aktivitas masyarakat seperti biasa, termasuk pembinaan masyarakat. Dan para DPO masih terus dikejar," tegas Brigjen Ari Dono Sukmanto di Mapolda Sulawesi Tengah, Palu, usai Sertijab Dir Sabhara Polda Sulawesi Tengah, Wadir Dit Narkoba Polda Sulteng, Kapolres Toli Toli, dan Kapolres Morowali, Senin pagi (16/9).


Menurut Ari Dono, sejumlah buronan terorisme Poso sudah teridentifikasi, sedang dalam pengejaran untuk segera ditangkap.

Salah satu buronan bernama Basri alias Ayas alias Bagong, yang dipidana 19 tahun penjara, hingga saat ini belum juga tertangkap. Ia terbukti terlibat mutilasi tiga siswi SMU Kristen Poso pada tahun 2005. Basri melarikan diri dari Lapas Kelas II Ampana, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah, pada 19 April 2013 usai shalat Jumat.

Di kesempatan lain, Kapolres Tojo Una-una, AKBP Wirdo Nefisco, menyatakan, pengejaran terhadap Basri terus dilakukan oleh tim gabungan Polda Sulawesi Tengah dan Densus 88.

"Pengejaran terhadap DPO atas nama terpidana terorisme Basri alias Ayas alias Bagong terus dilakukan oleh aparat gabungan Polda Sulawesi Tengah bersama Densus 88," kata AKBP Wirdo Nefisco di Mapolda Sulawesi Tengah, Senin (16/9). [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya