Berita

Mobil Murah Jadi Sandungan Pemprov Jakarta Atasi Kemacetan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2013 | 11:12 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

DKI Jakarta saat ini berpenduduk lebih kurang 10 juta jiwa dengan jumlah motor yang hampir setara jumlah penduduk yakni 9,8 juta unit, dan mobil 2,5 juta unit.

Di samping itu, baru saja diluncurkan, low cost and green car (LCGC) alias mobil murah ramah lingkungan, yang terjual sudah mencapai 17.557 unit. Ditambah lagi, sebanyak 7.000 unit tambahan disumbang dari wilayah Jakarta.

Karena itu, kebijakan pemerintah pusat yang menyetujui beredarnya mobil murah akan menjadi batu sandungan bagi Pemerintah DKI Jakarta yang sedang berperang melawan kemacetan.


"Ini gila! Dalam tempo beberapa minggu saja sudah besar jumlah tambahan mobil di DKI. Anda bayangkan, bagaimana lagi kemacetan yang akan kita hadapi? Cari parkir mobil saja sudah sulit, polusi sudah parah, orang bakal terjebak dijalanan dan terlambat kerja, serta aktivitas ekonomi lainnya menjadi terhalang," ujar calon anggota DPD dari DKI Jakarta Rommy dalam keterangannya kepada pers (Senin, 16/9).

Rommy juga mempertanyakan soal solusi yang ditawarkan Menteri Perindustrian soal pemeratan distribusi mobil murah ke daerah di luar Jakarta. Karena buktinya, dari segi pesanan, tetap saja DKI penyumbang terbesar. Menurut dia, solusi transportasi sebenarnya bisa diselesaikan dengan menyediakan transportasi publik yang baik dan aman seperti yang dilakukan oleh negara-negara maju.

"Saya pikir lebih bijak dengan mendukung program Pak Jokowi-Basuki untuk memperbaiki sistem transportasi publik yang bagus dan murah serta aman bagi pengguna serta menambah ruas jalan,'' kata Rommy.

Ia menilai Program DKI saat ini yang berupaya membuat sistem pelayanan transportasi publik yang murah dan terintegrasi harusnya ditiru daerah-daerah lain, karena ukuran kemakmuran seharusnya bukan lagi dari kepemilikan mobil. "Bukannya malah mendorong orang miskin membeli mobil, tapi harusnya mendorong mereka untuk investasi ke pendidikan dan perekonomian,'' paparnya.

Lantaran program nasional sudah dijalankan dengan mitranya pihak swasta otomotif,  menurut Rommy, yang bisa dilakukan Pemprov DKI untuk membendung persoalan yang ditimbulkan dari kebijakan mobil murah pemerintah pusat adalah dengan segera melaksanakan sosialisasi pengenaan pajak progresif bagi pemilik kendaraan.

Selain itu,  Pemprov DKI juga harus terus memperbaiki layanan transportasi bus sedang dan Transjakarta, menerapkan sistem jalan berbayar, pengenaan biaya parier yang tinggi, serta penerapan plat mobil ganjil genap.

''Semua ini harus benar-benar dilaksanakan dengan syarat fasilitas transportasi massal juga baik, agar masyarakat benar-benar bisa berpindah menggunakan transportasi umum.''

Tak hanya itu, Rommy menilai kebijakan mobil murah akan berdampak buruk bagi produktivitas perekonomian secara keseluruhan. Menurut Rommy, konsumsi bahan bakar juga akan semakin tinggi. Menurut dia, kebutuhan BBM untuk mobil bisa mencapai 200 liter per bulan dan motor bisa mencapai 20 liter per bulan.

"Saya pikir, ini alamat bahwa program penghematan bahan bakar nasional akan gagal. Bisa lebih banyak kita impor minyak dari luar. Jadi, bukan menyelesaikan masalah transportasi, tapi justru bertambah runyam,'' cetusnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya