Berita

Politik

Beredar SMS Pencapresan Jokowi Diotaki Residivis

SENIN, 16 SEPTEMBER 2013 | 00:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketenaran Jokowi sebagai calon presiden 2014 mulai digoyang. Pembusukan mulai disebar pihak-pihak yang tidak senang Gubernur DKI itu bisa meneruskan kepemimpinan nasional.

Pembusukan disebar melalui pesan pendek. Isi pesan tersebut intinya mengkampanyekan ada sponsor dari sejumlah eks napi di balik terus menguatnya pencapresan Jokowi.

Redaksi menerima pesan singkat tersebut Minggu pagi (15/9), pukul 02.12 WIB. Si pengirim menyebut kerja-kerja politik para eks napi untuk Jokowi dilakukan melalui Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Bara-JP 2014).


"Merdeka. BaraJP Relawan Jokowi di otaki para residivis," begitu kalimat pembuka pesan pendek yang disebar pengirim yang mengaku relawan Mega-Hasyim for Presiden 2004 itu.

Si pengirim, dalam pesannya, kemudian menyebut individu-individu yang memperkuat kepengurusan Bara JP 2014. Yakni Mulyana W Kusuma sebagai pembina, Sihol M sebagai Ketua, dan Roy Marten sebagai Sekjen.

Mulyana W Kusumah pernah dijatuhi hukuman terkait kasus korupsi KPU, Sihol M terpidana korupsi kotak suara KPU, adapun Roy Marten dua kali dibui karena kasus narkoba.

"Kantornya (Bara JP 2014) d percetakan negara yg punya Mulyana. Bisa jd pula sponsornya pr koruptor, gurih nian Jokowi, goreng goreng trus ojo kesusu rek ! salam juang," begitu kutipan bagian penutup sms.

Sementara Mulyana W. Kusumah yang dihubungi secara terpisah membantah isi pesan pendek itu. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya