Berita

PILWALKOT BOGOR

Kelompok Minoritas Cenderung Pilih Bima-Usmar

SABTU, 14 SEPTEMBER 2013 | 06:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dari lima pasangan calon yang bertarung di pemilihan walikota Bogor 2013, tidak ada satupun yang mengkampanyekan secara khusus tentang bagaimana mereka akan membagi perhatian dan mengarahkan kebijakan politiknya terhadap kelompok minoritas di Kota Bogor.

"Perhatian calon kepada kaum minoritas tidak terdengar dengan luas mungkin karena para calon menghitung angka pemilihnya tidak signifikan. Padahal sesungguhnya pemikiran itu keliru. Sebab jika sisi kesetaraan di depan hukum dilalaikan bakal calon, maka para pemilih yang minoritas kesulitan untuk menentukan pilihannya," ujar pengajar di Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Bogor, Dinalara Butar Butar, kepada Rakyat Merdeka Online tadi malam.

Selain keliru, menurut Dinalar, pemikiran yang tidak secara khusus memperhatikan kelompok minoritas akan merugikan calon karena sekalipun jumlahnya kecil akan memberi manfaat suara.


Namun begitu, di tengah kondisi tidak seideal yang diharapkan itu, Dinar mengira pemilih minoritas akan lebih condong memberikan suaranya ke pasangan nomor urut 2, Bima Arya-Usmar Hariman (Bima-Usmar). Bima Arya, katanya, akan lebih netral memimpin Kota Bogor karena wawasannya yang luas dan memiliki struktur berfikir yang nasionalis dan demokratis. Bima sangat mudah care kepada kaum minoritas dan menurutnya, orang yang demokratis seperti Bima lebih mudah menyerap aspirasi.

"Akan sangat sulit orang seperti dia (Bima) untuk membeda-bedakan kaum mayoritas dengan minoritas," jelas pengajar Ilmu Hukum Perdata ini.

Menurutnya, Bima Arya adalah antitese dari Walikota Bogor dua periode, Diani Budiarto. Dia yakin politisi PAN itu akan merangkul kaum minoritas agar tidak menimbulkan efek negatif bila memimpin nanti seperti yang dialami Diani.

"Di samping Bima adalah orang muda, dia juga seorang budayawan yang sangat mencintai budaya bahkan pernah mengadakan festival budaya yang melibatkan kaum minoritas," ulas warga Bogor itu.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya