Masyarakat Kota Bogor sangat mendambakan perubahan dengan hadirnya pemimpin yang kredibel, visioner dan progresif. Sebab, hanya dengan pemimpin berkarakter seperti itulah, Bogor bisa menjadi kota yang strategis dan dinamis yang selama di bawah kepemimpinan Walikota Diani Budiarto gagal diwujudkan.
"Gambaran dari keinginan itu menurut hemat saya, secara maksimal bisa terakomodasi pada diri Bima Arya," ujar Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor, Iwan Darmawan, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (12/9).
Menurutnya, masyarakat di lingkungan kampus dan mantan pegawai pemerintahan Kota Bogor saat ini banyak yang menginginkan adanya perubahan besar di Kota Bogor. Mereka menyandarkan harapan agar Walikota Bogor yang akan terpilih pada pemilihan yang akan digelar besok merupakan sosok muda dan bersih sehingga bisa mewujudkan harapan Bogor menjadi kota strategis dan dinamis.
Ukuran bersih tentu saja beranjak dari track record calon yang tidak pernah melakukan hal-hal yang merugikan, baik dari sisi hukum maupun sosial. Dan Bima Arya, menurut Iwan, adalah figur calon yang mewakili kriteria ini.
"Saya pikir itu adalah buah dari pengalaman mereka selama sepuluh tahun dipimpin Walikota Bogor Diani Budiarto. Saya pribadi melihat Diani tidak bisa dibanggakan dari sisi hukum untuk kemudian menyebutnya kredibel, visioner dan progresif supaya Bogor menjadi kota yang strategis dan dinamis," katanya.
Alih-alih mewujudkan harapan masyarakat Kota Bogor, katanya lagi, di akhir masa jabatannya Diani malah membuat Kota Bogor menjadi perhatian komunitas hukum. Perhatian tersebut tertuju karena kasus yang mengindikasikan ketidakpatuhan dan tindakan melawan hukum yang dilakukan Diani.
"Kecenderungan kaum terdidik Kota Bogor ini adalah sedikit gambaran yang bisa mempengaruhi perubahan bagi Kota Bogor. Jadi, pilihan terhadap kalangan muda dan bersih adalah pilihan yang tepat," katanya.
Pemilihan Walikota Bogor sendiri akan digelar Sabtu besok (14/9), diikuti lima pasangan calon, yakni Firman Halim-Gartono, Bima Arya-Usmar Hariman, Achmad Ru'yat-Aim Halim Hermana, Dody Rosadi-Untung W Maryono dan Syaiful Anwar-Muztahidin Al Ayubi.
[dem]