Berita

Ganjar Pranowo/net

Politik

Ganjar Pranowo: Kampanye Tidak Perlu Mahal

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2013 | 19:17 WIB | LAPORAN:

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan, diskusi yang diadakan KPK kali ini lebih rinci membicarakan perbaikan sistem politik, terutama di dalam kampanye calon legislatif dan kepala daerah yang memakan biaya sangat besar.

"Bagaimana kita memperbaiki beberapa sistem. Tadi akhirnya terbicarakan kenapa politik mahal. Kenapa kemudian, apa kita tidak bisa mencarikan mekanisme yang bagus. Bagaimana transparansi harus diciptakan," ujar Ganjar usai diskusi tersebu di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (12/9). Selain Ganjar, pembicara lain dalam forum group discussion KPK terkait korupsi politik itu adalah; Guru Besar Andalas Sadli Isra dan Menko Perekonomian era Gus Dur, Rizal Ramli.

Jelas Gubernur Jateng yang baru dilantik 23 Agustus ini, dalam diskusi tersebut ia memberikan saran untuk menghemat biaya kampanye. Menurutnya, dengan pemasangan atribut kampanye hanya ditempat-tempat tertentu dapat memangkas biaya kampanye tersebut.


Saran lainnya adalah dengan cara melakukan debat terbuka antara calon. Selain meminimalisasi anggaran kampanye, debat terbuka sendiri bersifat edukatif bagi masyarakat.

Politisi PDIP ini juga menekankan kampanye tidak harus mahal. Hal itu dicontohkan melalui kampanye yang dilakukannya saat mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Tengah beberapa waktu lalu. "Waktu saya diperintahkan partai untuk maju jadi gubernur, murah (biaya kampanye) saya. Lebih mahal waktu saya jadi caleg 2009 dan dengan itu rakyat bisa tergerak," ujar Ganjar.

"Saya pake metode lain, mboten (tidak) korupsi. Mereka mau melakukan itu dan itu menurut mereka sesuatu yang harus dibela," tambah mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu.

Meskipun demikian, Ganjar mengaku bahwa saat ini baik ideologi parpol yang ada diparlemen saat ini memang sedang melakukan pembenaran sistem untuk menghindari korupsi.

"Saya kira mereka berusaha. Tapi saya kira dayanya tidak terlalu kuat untuk melawan interest pribadi yang tersembunyi. Karena hanya ada di hati mereka. Dalam hati mana ada yang tahu," ujar Ganjar sebelum meninggalkan gedung pimpinan Abraham Samad Cs itu. [rus]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya