Berita

Nikita Mirzani

Blitz

Nikita Mirzani, Capek Ngurusin Kasus Golden Monkey

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2013 | 09:37 WIB

Kasus pengeroyokan di Kafe Golden Monkey Bandung yang melibatkan Nikita Mirzani terus berjalan. Hingga saat ini, kasus yang terjadi pada 27 Juli lalu masih beragendakan pemeriksaan saksi.

Menurut kuasa hukum Nikita, Deny Saiful Bahri, kasus langganan bintang film seronok tersebut memang terbilang cukup alot. Hingga saat ini, sudah ada puluhan saksi yang diperiksa di Polrestabes Bandung.

“Kasus Nikita sebagai pelapor sudah 20 saksi yang di-BAP oleh penyidik, namun masih ada dua orang saksi lagi,” ujar Deny.


Ditambahkan, dua saksi tersebut adalah Onadio yang merupakan teman dari Nikita dan Rinto, orang yang mengaku dipukuli oleh Onadio.

Oleh karena itu, gelar perkara untuk menentukan siapa tersangka dalam kasus ini pun urung dilakukan. Deny juga menuturkan, dirinya masih menunggu proses dari kepolisian.

“Belum ditentukan siapa tersangkanya, masih menunggu gelar perkara terlebih dahulu setelah pemeriksaan saksi selesai,” tandasnya.

Yang pasti, Nikita merasa lelah dengan proses hukum kasusnya   seolah tidak berujung.  “Jadi kasus ini bukan cuma Nikita yang melaporkan, ada Fitria (Fia), Yun Tjun, dan sekarang Onadio juga,” ungkap Deny.

Menurutnya, empat laporan tersebut harus diperiksa Polrestabes Bandung dengan seksama. Hal tersebut yang akhirnya memakan waktu begitu lama. “Soal ngeluh lelah ya ada, saya juga lelah, tapi kan kita harus mengikuti aturan normatif,” jelas Deny.

Berbeda dengan pernyataan Nikita sebelumnya, kasus Golden Monkey tak akan mengganggu rencana pernikahannya dengan kekasih bulenya.

Dia menegaskan, rencana pernikahan dirinya pada akhir tahun ini tetap jalan terus. Namun dia berecana akan menggelar akad nikah kecil-kecilan terlebih dahulu.

“Married tahun ini. Akad nikah di Jakarta,” ucapnya.

Nikita mengaku sudah menggelar lamaran secara diam-diam. Sedangkan untuk acara resepsi tetap akan digelar di Bali dengan undangan yang lebih banyak, sesuai rencana semula.  [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya