Berita

ilustrasi/net

Hukum

Jadi Tersangka Korupsi, Dirut Sucofindo Harus Dipecat

RABU, 11 SEPTEMBER 2013 | 23:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penggantian Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang baru diharapkan dapat membawa angin segar penuntasan korupsi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pasalnya, dugaan korupsi proyek pemetaan dan pendataan sekolah dan perguruan tinggi telah menghabiskan uang negara senilai Rp 135 miliar untuk tahun anggaran 2010-2011.

Anggota Komisi VI DPR Chairuman Harahap meminta Kepala Kejati DKI yang kini dijabat Adi Toegarisman dapat memprioritaskan kasus itu. Selain itu, Kementerian BUMN diharapkan lebih peka supaya Direktur Utama PT Sucofindo yang berinisial FS yang sebelumnya menjabat Dirut PT Surveyor Indonesia dan sudah ditetapkan tersangka kasus tersebut segera dipecat.

"Kajati yang baru harus segera menuntaskannya dan bersikap transparan kepada masyarakat terkait kasus korupsi yang masih mengendap di Kejati DKI," katanya di Jakarta, Rabu (11/9).


Dia menjelaskan, para tersangka kasus korupsi di Kemendikbud hingga kini masih bebas berkeliaran. Dikhawatirkan mereka justru berupaya menghilangkan barang bukti. Padahal, Kejati DKI telah memeriksa lebih dari 100 saksi dan menetapkan empat tersangka masing-masing dua orang dari PT Surveyor Indonesia berinisial MPM dan YPS, dan dua orang dari Kemendikbud berinisial S dan EH.

Chairuman mengaku pernah mempertanyakan perihal direksi Surveyor Indonesia saat ini tidak memiliki integritas sebagai syarat material sesuai Peraturan Meneg BUMN Nomor 1 tahun 2012 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Direksi. Bila ini terjadi, berarti Kementerian BUMN melanggar aturan yang dibuat sendiri. Lantaran, Pengadilan Tata Usaha Negara telah menyidangkan gugatan pergantian direksi yang tidak dilakukan sesuai uji kelayakan dan kepatutan pada Agustus 2013 lalu.

Karena itu, Chairuman berharap, Kajati DKI dapat segera menetapkan aktor intelektual dari kasus korupsi pemetaan dan pendataan sekolah dan perguruan tinggi di Kemendikbud agar bisa memenuhi rasa keadilan masyarakat.

"Jangan hanya kroco-kroconya saja yang dikorbankan," tegasnya.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya