Berita

Politik

AS Hikam Ragu Keaslian "Instruksi Lembek" SBY

RABU, 11 SEPTEMBER 2013 | 22:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden SBY mengeluarkan instruksi terkait sejumlah kasus penembakan anggota kepolisian yang terjadi belakangan ini.

Intruksi tersebut yakni memerintahkan Kapolri tetap jalankan tugas untuk keamanan dan ketertiban masyarakat sebagaimana tugas Polri, polisi terus bertugas dan bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mengungkap motif penembakan, dan semua pihak menunggu penjelasan dari kepolisian.

Pengamat politik AS Hikam menilai, intsruksi SBY yang disampaikan Jurubicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha itu sebagai instruksi yang sangat lembek. Menurutnya, instruksi yang luar biasa enteng itu akan membuat para teroris semakin merasa hebat dan gagah.


"Kalau cuma itu "instruksi" Presiden, maka alangkah lembek dan tidak bersemangatnya! Bukankah aksi penembakan terhadap aparat Polri yang berkali-kali terjadi itu sebuah indikator tentang gawatnya ancaman keamanan bagi masyarakat dan bisa menciptakan krisis terhadap keamanan negara yang sangat serius?" kata dia di laman facebook-nya, Rabu (11/9).

Hikam tidak percaya bahwa instruksi  kepada Kapolri yang sepele dan tidak ada greget sama sekali itu benar-benar datang dari Presiden SBY. Dia curiga redaksi instruksi dibuat sendiri oleh Julian dan bukan kutipan langsung dari Presiden.

"Tidak masuk akal saya jika Presiden hanya menginstruksikan demikian," imbuhnya.

Instruksi soal kerjasama dengan BIN dan TNI, menurut Hikam, juga hanya pengulangan yang tidak perlu karena sudah dilakukan terus.

"Sekali lagi saya sama sekali tak yakin bahwa cuma begitu saja instruksi Presiden SBY menyikapi kasus penembakan Polri oleh para teroris. Sebab kalau itu benar, kita sebagai bangsa wajib hukumnya untuk miris. Sangat tidak logis saat para anggota Polri ditembak mati secara acak di jalan-jalan, cuma disikapi business as usual seakan-akan bukan masalah penting oleh Kepala Negara," demikian Hikam.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya