Berita

Miris, Sail Komodo Tanpa Rumah Sakit Umum

RABU, 11 SEPTEMBER 2013 | 17:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Peristiwa besar Sail Komodo yang akan berlangsung di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat sorotan negatif terutama karena kesiapan infrastruktur yang minim. Hal yang paling menyesakan adalah, ternyata di Labuan Bajo hingga kini belum ada rumah sakit umum daerah.

"Tentu saja kita semua sangat mendukung Sail Komodo karena untuk jangka panjang bagus, dimana pariwisata di NTT semakin maju. Tapi bisa dikatakan maju kalau RSUD sudah ada," ujar Ketua Umum Himpunan Pemuda Mahasiswa Manggarai Barat-Jakarta (HIPMMABAR-JKT), Yoseph Sampurna Nggarang, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (11/9).

Menurut Yoseph, RSUD merupakan faktor penting di sebuah kota pariwisata seperti Labuan Bajo. Namun hingga kini ibukota Manggarai Barat (Mabar) itu sejak menjadi daerah otonom belum memiliki RSUD.


"Di umur yang sudah 11 tahun ini, Mabar belum banyak berubah. Tingkat kematian ibu dan anak masih tinggi, pengidap HIV/AIDS 87 kasus sudah terdeteksi di tahun 2012. Ini mengkhawatirkan bila pemerintah hanya diam dan masih berharap puskesmas bisa mengatasinya," tegasnya.

Karena itu, desak Yoseph, Pemda Mabar, DPRD, dan Kemenkes segera membahas anggaran untuk pembangunan RSUD yang berstandar nasional. RSUD harus berstandar nasional sebab Labuan Bajo merupakan destinasi wisata dunia.

Yoseph menambahkan, pemerintah kurang peka terhadap kebutuhan pembangunan infrastruktur lokal seperti RSUD. Nyatanya, anggaran Sail Komodo yang begitu besar, tidak diikuti dengan pembenahan infrastruktur rumah sakit.

"Sehingga anggaran yang begitu besar menurut kami hanya dihabiskan untuk seremoni pejabat. Kami minta kurangi seremoni-seremoni dan utamakan kepentingan rakyat," ujarnya. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya