Berita

PUJOBROTO/NET

Olahraga

Garuda Minta Calhaj Tak Bawa Parang dan Kompor

SELASA, 10 SEPTEMBER 2013 | 14:45 WIB | LAPORAN:

Garuda Indonesia meminta jamaah haji Indonesia tidak membawa barang-barang berbahaya ke Tanah Suci. Para jamaah juga diingatkan supaya tidak menerima barang titipan apa pun dari orang lain.

"Untuk keamanan dan kenyamanan para jamaah supaya tidak membawa kompor minyak, gas LPG, korek api, pisau, parang, gunting panjang, hair spray atau parfum dalam tabung semprot," kata Corporate Communications PT Garuda Indonesia, Pujobroto   dalam rilisnya yang dibagikan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, saat mengantar keberangkatan jamaah haji kloter pertama, siang ini (Selasa, 10/9).

Perusahaan penerbangan nasional ini juga meminta kepada para jamaah agar melepas baterai dari barang elektronik yang dibawa.


"Ini untuk keselamatan dan keamanan penerbangan," jelasnya.

Selain itu, kapasitas barang bawaan tidak boleh melebihi 32 kilogram, saat berangkat maupun pulang kembali ke tanah air.

"Garuda juga akan memberikan cuma-cuma lima liter air zam-zam kepada setiap jamaah di bandara debarkasi Indonesia," tambah Pujobroto.

Pada penerbangan haji tahun 2013/1434 H ini. Garuda akan menerbangkan 90.108 calon jamaah haji atau berkurang dibanding tahun lalu yang berjumlah 112.688 jamaah.
Pengurangan ini akibat pemotongan 20 persen kuota oleh pemerintah Arab Saudi. Garuda akan menerbangkan 233 kloter dari 10 embarkasi. Selain Garuda, jamaah haji Indonesia juga mnggunakan Saudi Airlines.[wid]


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya