Berita

presiden sby

Wewenang SBY Belum Dipangkas, Konvensi Tetap Dicurigai Tidak Serius

SELASA, 10 SEPTEMBER 2013 | 10:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komite Konvensi Partai Demokrat sudah memutuskan 11 orang sebagai peserta penjaringan calon presiden tersebut.

Setelah diperkenalkan ke publik pada 15 September mendatang, para calon itu akan mengikuti semua tahapan selama delapan bulan atau hingga akhirnya keluar satu nama sebagai capres berdasarkan survei.

Meski tahapan ini sudah berjalan, publik masih memandang proses konvensi ini hanya untuk menaikkan citra partai. Bukan untuk mencari calon pemimpin yang diinginkan rakyat bertarung di Pemilihan Presiden 2014 mendatang.


"Saya melihat konvensi ini lebih menunjukkan etalasi citra politik dibanding substansi penyelenggaraan konvensi. Proses konvensi selama delapan bulan ini tidak menunjukkan gejala yang sehat," ujar pengamat komunikasi politik Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 10/9).

Alasannya, sambung Gun Gun, karena sejak proses konvensi ini tidak dijadikan sebagai mekanisme reguler yang akan dilakukan Demokrat dalam setiap menentukan siapa capres yang akan didukung.

Kalau serius menggelar konvensi, sambung Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute ini, mestinya diatur  dalam AD/ART.

"Sekarang ini di AD/ART (pencapresan) masih ditentukan Ketua Majelis Tinggi (SBY).  Bisa paradoks nanti diujung. Seharusnya ada good will untuk menunjukkan niatan regular bukan sporadis. Makanya harus ada perubahan AD/ART. Kalau itu tidak dilakukan, mindset orang akan seperti itu," demikian pengajar komunikasi politik UIN Jakarta ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya