Berita

harrison ford/net

Staf Khusus Presiden: Bila Perlu Harisson Ford Dideportasi Saja

SELASA, 10 SEPTEMBER 2013 | 05:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kalangan Istana menyesalkan arogansi yang diperlihatkan aktor gaek dari Amerika Serikat, Harrison Ford, yang sedang berada di Indonesia untuk pengambilan gambar sebuah film dokumenter berjudul Years Living in Dangerous. Film dokumenter bertema lingkungan hidup itu sedang kejar tayang dan direncanakan mulai diputar April tahun depan.

Arogansi diperlihatkan Harrison Ford ketika mewawancarai Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (Senin, 9/9). Si aktor pemeran Indiana Jones itu bahkan sempat menaiki meja di ruang tunggu dan melompat-lompat di atasnya.

Aksi ini terekam CCTV di Kantor Kementerian Kehutanan.


"Hal itu mungkin di negaranya pun tidak diperkenankan, apalagi di kantor resmi negara," ujar Staf Khusus Presiden Andi Arief.

"Tidak ada hak istimewa meski ia aktor hebat. Crew dan penghubungnya di Indonesia harus dimintai keterangan apa motifnya melecehkan kantor resmi negara. Bila perlu dideportasi," ujar Andi Arief lagi.

Nah, karena meragukan etika Harrison Ford, Zulkifli Hasan kepada media usai wawancara dengan Harrison Ford mengatakan dirinya tidak mau Harrison Ford menemui Presiden SBY.

"Dia (Harrison Ford) emosinya tinggi," begitu kata Zulkifli Hasan yang juga besan pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya