Berita

rustika herlambang

Detik dan RMOL Rajai Pemberitaan Capres

SENIN, 09 SEPTEMBER 2013 | 16:02 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wacana calon presiden (capres) yang didengung-dengungkan media menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan volume pemberitaan, tokoh selain Presiden SBY.

Perbincangan mengenai capres di media menguat lebih dari empat kali lipat mulai Juli dibandingkan rata-rata pemberitaan Februari-Juni 2013 yang berkisar 1.000 pemberitaan sebulan. Pemberitaan capres menguat sepanjang Juli-Agustus yang mencapai 4.800.

Sedangkan mediashare terbesar pemberitaan capres itu ada pada Detik.com, Rakyat Merdeka Online, Inilah, Kompas.com, dan Okezone.


Demikian disampaikan Direktur Komunikasi Indonesia Indikator Rustika Herlambang dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka Online (Senin, 9/9).

Sementara terkait top person topik capres, didominasi oleh Jokowi (6.727 berita), disusul Susilo Bambang Yudhoyono (5.608), Aburizal Bakrie (2.995 berita), Prabowo Subianto (2.278 berita), Jusuf Kalla (2177 berita), Mahfud MD (2.085), Megawati Soekarnoputri (2.048), Dahlan Iskan (1.980), Gita Wirjawan (1.819) dan Marzuki Alie (1.680).

"Ekpose Jokowi dalam topik capres yang terpaut jauh dibandingkan calon lain membuat volume pemberitaan Jokowi mampu menyamai Presiden SBY," tandas Rustika.

Hal ini terekam melalui intelligence media monitoring yang dilakukan oleh Indonesia Indicator (I2). Monitoring media dilakukan secara real time, 24x7x365 dengan cakupan 336 media online nasional dan daerah dalam waktu 21 bulan (Januari 2012- 6 September 2013), dengan total lebih dari 2,8 juta pemberitaan. Metode pengumpulan dilakukan oleh perangkat lunak crawler (robot) secara otomatis dengan analisis berbasis artificial intelligence (AI), semantik, serta text mining.

Apa saja yang membuat angka pemberitaan begitu tinggi?

Rustika menjelaskan, dilihat dari clustering issue sepanjang 2013, pemberitaan mengenai Presiden SBY bergerak dalam tataran yang sifatnya seremonial, formal, kenegaraan, dan persoalan bangsa menyeluruh seperti harga BBM. Sebagian besar pemberitaan, untuk dibilang hampir secara keseluruhan, lebih pada kinerja yang dilakukan, seperti pidato Presiden, kegiatan presiden, termasuk di antaranya adalah aktivitas di Partai Demokrat.

"Secara volume, pemberitaan dari sisi human interest tidak banyak terpantau," ungkapnya.

Sementara clustering issue mesin Indonesia Indicator menunjukkan bahwa nuansa pemberitaan Jokowi begitu dinamis setahun ini. Eforia pemberitaan Jokowi berawal dari sisi personal Jokowi, termasuk keprihatinan Megawati atas Jokowi yang makin kurus, dan berlanjut pada pemberitaan kinerja Jokowi.

Terutama dalam dua bulan terakhir, volume pemberitaan Jokowi meningkat beriringan dengan wacana pencapresan.

Bagaimana dengan sosok lain?

Rustika mengungkapkan, topik terbesar Dahlan Iskan dalam setahun terakhir mengarah pada jabatan sebagai Menteri BUMN dan aktivitas yang dilakukan, seperti pertemuan dengan DPR, KPK, dan terakhir mengenai konvensi.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, yang juga ikut dalam konvensi Partai Demokrat, pemberitaannya didominasi oleh kinerjanya mulai dari soal membeli produk lokal sampai pedagang pasar. Tigapuluh persen dari seluruh pemberitaan membicarakan wacana capres. Gabungan volume Gita dan Dahlan hampir sebanding dengan pemberitaan Jokowi. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya