Berita

rustika herlambang

Wacana Pencapresan Jokowi Kalahkan Ekspos Media Presiden SBY

SENIN, 09 SEPTEMBER 2013 | 15:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sepanjang tahun 2013, Joko Widodo hampir mengimbangi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam hal ekspos media. Tercatat pada bulan Januari, Mei, Agustus, dan September, volume pemberitaan Jokowi menyamai bahkan mengungguli pemberitaan Kepala Negara tersebut.

Eskalasi popularitas ini kian ketat terutama dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan angka pemberitaan Jokowi seiring dengan masifnya perbincangan wacana calon presiden di Indonesia.

"Ekspos yang sedemikian tinggi seperti ini tidak pernah terjadi pada tokoh-tokoh
lain di Indonesia sejak Januari 2012 hingga saat ini, kecuali Presiden SBY," Direktur Komunikasi Indonesia Indikator Rustika Herlambang dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka Online (Senin, 9/9).

lain di Indonesia sejak Januari 2012 hingga saat ini, kecuali Presiden SBY," Direktur Komunikasi Indonesia Indikator Rustika Herlambang dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka Online (Senin, 9/9).

Sebagai Kepala Negara, pemberitaan yang berkaitan dengan aktivitas presiden selalu menduduki angka tertinggi, dibandingkan dengan tokoh lain di Indonesia. Namun demikian, fenomena ekspos Jokowi menunjukkan adanya pergeseran dinamika yang terjadi dalam masyarakat.

Ekspos Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, tokoh yang disebut paling banyak diekspose oleh sebuah lembaga survei, juga menunjukkan posisi hanya setengah dari ekspose Jokowi dan Presiden SBY. Pada Agustus misalnya, Presiden SBY mendapat sebanyak 4.374 pemberitaan, Jokowi sebanyak 4.553 pemberitaan, sedangkan Dahlan Iskan sebanyak 1.745 berita.

Hal ini terekam melalui intelligence media monitoring yang dilakukan oleh Indonesia Indicator (I2). Monitoring media dilakukan secara real time, 24x7x365 dengan cakupan 336 media online nasional dan daerah dalam waktu 21 bulan (Januari 2012- 6 September 2013), dengan total lebih dari 2,8 juta pemberitaan. Metode pengumpulan dilakukan oleh perangkat lunak crawler (robot) secara otomatis dengan analisis berbasis artificial intelligence (AI), semantik, serta text mining. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya