Berita

presiden sby/net

Ditunggu Aksi Nyata SBY Soal Pemindahan Ibukota Negara

SENIN, 09 SEPTEMBER 2013 | 09:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wacana pemindahan Ibukota Negara dari Jakarta ke daerah lain kembali menghangat setelah dilontarkan kembali oleh Presiden SBY. Wacana tersebut harus ada tindak lanjut secara konkret.

"Meskipun secara rasional sulit direalisasikan pada akhir kepemimpinan SBY ini, tetapi beliau bisa memulai prosesnya," ujar ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak (Senin, 9/9).

Menurut Dahnil, SBY bisa menjadi perintis dimulainya proses pemindahan ibukota dari Jakarta ke daerah lain yang layak, seperti Palangkaraya (Kalimantan Tengah) atau daerah lain yang proper atau layak dirancang sebagai ibukota negara.


"Karena proses pemindahan ibukota membutuhkan waktu yang cukup lama," ungkapnya.

Belajar dari Malaysia dan negara lain, yang memindahkan ibukota negaranya, sehingga proses yang sudah dimulai SBY bisa dilanjutkan Presiden berikutnya. Pemindahan ini menjadi rencana jangka panjang yang harus dimulai sejak sekarang.

"Pemindahan ibukota negara bisa menjadi langkah revolusioner untuk membangun struktur ekonomi baru dan sebaran pembangunan yang lebih merata di Indonesia," dalih pengajar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten ini.

Alasannya, struktur ekonomi Indonesia relatif masih sentralistik meskipun sistem pemerintahan telah berubah melalui desentralisasi. "Jadi, saya berharap Pak Presiden berani memulai langkah pemindahan ibukota Indonesia dan tidak berhenti menjadi wacana kosong," demikian Dahnil.

Wacana memindahkan Ibukota Negara ini disampaikan Presiden SBY dalam jumpa pers di Hotel Grand Emerald, St. Petersburg, Rusia, Sabtu (7/9) pagi pukul 10.00 waktu setempat.

Diberitakan situs resmi Presiden, www.presidenri.go.id, SBY pada 4-5 tahun lalu diam-diam telah memikirkan kemungkinan membangunan pusat pemerintahan di luar Jakarta. Presiden SBY bahkan telah membentuk tim kecil untuk untuk memikirkan kemungkinan memindahkan ibu kota. “Pusat perekonomian tetap di Jakarta, tapi pusat pemerintahan di kota lain,” kata Presiden SBY. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya