Berita

MEGAWATI SOEKARNOPUTRI/RM

Politik

Megawati Trauma Pemilu 2009

MINGGU, 08 SEPTEMBER 2013 | 18:00 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta agar kader banteng untuk berjuang keras agar partai yang dipimpinnya menang Pemilu Legislatif 2014.

Memang untuk bisa memenangi perhelatan demokrasi itu, kuncinya semua kader partai yang berlaga harus bekerja keras. Tapi ternyata bukan itu saja alasan Megawati melontarkan harapannya. Rupanya PDI Perjuangan punya pengalaman tak menyenangkan pada Pemilu 2009.

"Saya sedih kala itu melihat hasil perolehan suara PDI Perjuangan," kata Megawati ketika menyampaikan pidato penutupan Rakernas PDI Perjuangan ke-3 yang digelar di Ecovension Park, Ancol, Minggu (8)9).


Peristiwa itu benar-benar menimbulkan kesedihan yang masih belum bisa dilupakan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Buktinya Megawati kembali mengenangnya.

Kala itu, PDIP meraih 95 kursi di DPR atau 16,5 persen suara. Akibatnya, PDIP harus menggandeng partai lain untuk mengajukan pasangan capres-cawapres di 2009, yakni Prabowo Subianto dari Gerindra.

"Saya pernah merasakan pedihnya harus mencari tambahan suara dengan mengambil partai lain untuk bisa memenuhi persyaratan yang diwajibkan," katanya.

Agar peristiwa itu tak terulang lagi dia pun meminta kepada seluruh kader bekerja keras agar partainya bisa meraih suara tinggi di pemilu legislatif. Dengan suara tinggi itu, pihaknya akan bisa mengajukan pasangan capres-cawapres dari internal.[w

Megawati kemudian menceritakan apa yang disampaikan Puan Maharani soal bagaimana kerja partai itu memenangkan Ganjar Pranowo sebagai gubernur Jawa Tengah.

"Itu contoh kerja keras," kata mantan presiden ini.

Saat itu, semua kader partai mau mengeluarkan seluruh daya, tenaga, logistik, dan kemampuan berpikir demi menghasilkan sesuatu hasil.

"Dan menurut saya, hasilnya itu sesuatu yang sangat signifikan," demikian Megawati.[wid]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya