Berita

megawati soekarnoputri/net

Politik

Konvensi Buat Mega

SABTU, 07 SEPTEMBER 2013 | 11:12 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

MESKI katanya dikatain ayam sayur oleh segelintir pihak karena Rakernas PDIP yang kini lagi berlangsung tidak mendeklarasikan nama capres, tapi hanya mengajukan kriteria calon presiden, namun katanya keputusan (strategi) Megawati tersebut dinilai sangat tepat.

Katanya Mega memang tidak perlu grasa-grusu terkena provokasi para kompetitor politiknya, walau banyak kalangan memperkirakan hampir dipastikan Jokowi akan dimajukan oleh Mega sebagai calon presiden PDIP. Tapi katanya Mega harus punya strategi yang benar-benar kuat sehingga kekalahan PDIP pada masa lalu tidak kembali terulang di 2014, yang berisiko tinggi terhadap kharisma dan wibawa Megawati, bahkan image PDIP.

Seperti diketahui, Mega pernah dua kali gagal jadi presiden pada Pilpres 2004 dan Pilpres 2009, bahkan saat PDIP jadi pemenang Pemilu 1999 Mega terpental akibat manuver Poros Tengah sehingga Gus Dur naik jadi presiden.


Strategi apa yang harus dilakukan Mega pasca Rekernas? Seperti dalam ilmu silat katanya tidak ada salahnya Mega ikut “menggunakan jurus lawan untuk memenangkan pertarungan”.

Maksudnya PDIP harus bikin konvensi. Tentu konvensi ala PDIP.

Apa gunanya konvensi buat Mega? Pertama, supaya ada waktu untuk Mega untuk melihat hasil pemilu legislatif. Kedua, supaya ada kompetisi. Ketiga, untuk menarik atensi media massa. Keempat, kalau pun asumsinya Jokowi yang akan dijadikan capres oleh Mega, maka Jokowi masih cukup punya waktu untuk menunjukan prestasi. Kelima, Mega tetap pemegang kendali. Keenam, tersedia waktu yang cukup untuk konsolidasi para kader partai hingga ke tingkat bawah untuk memenangkan Pilpres.

Siapa kira-kira tokoh peserta konvensi PDIP ini? Jokowi sudah tentu selain tokoh-tokoh seperti Ganjar Pranowo yang Gubernur Jawa Tengah. Konvensi ini harus punya magnitude yang kuat sehingga menembus semua kalangan, termasuk misalnya figur-figur berpotensi seperti Puan Maharani, Dr Rizal Ramli, Mahfud MD, dan beberapa lainnya.

Sebagai partai nasional kriteria untuk para peserta konvensi ini bisa dilengkapi dengan ketentuan bahwa figur-figur pesertanya merupakan sosok yang konsisten memperjuangkan ide nasionalisme, memiliki kompetensi, track record yang baik, dan anti neoliberalisme yang merupakan pintu masuk neokolonialisme alias bentuk penjajahan baru seperti yang sudah menimpa negeri dan bangsa ini saat ini. [***]

Penulis dapat dihubungi di alamat e-mail iniorangbiasa@yahoo.com.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya