Berita

Politik

PDIP Harus Cermat Tentukan Pasangan Capres-Cawapres

JUMAT, 06 SEPTEMBER 2013 | 15:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

PDI Perjuangan sangat berpotensi memenangkan Pemilu 2014. PDI Perjuangan tak punya beban yang begitu berarti dibanding dengan yang dirasakan partai lain seperti Partai Golkar atau Partai Demokrat. Kesukesan PDI Perjuangan memenangkan Pilgub lebih banyak di tanah air menjadi petunjuk yang tak sulit bagi PDI Perjuangan untuk memutuskan dan menentukan siapa sosok yang akan diusung dalam pilpres 2014 mendatang.

"Jika agenda Rakernas III PDI Perjuangan yang digelar mulai hari ini termasuk membicarakan dan membahas nama sosok untuk pilpres, maka dugaan saya dan banyak orang tentunya, tidak akan meleset, yakni nama Joko Widodo diprediksi sangat kuat disepakati sebagai sosok yang akan dimajukan dalam pilpres 2014 mendatang," tulis Abdul Muis Syam di Kompasiana berjudul "Rakernas III PDI-P: Menanti Terbitnya Bintang Kejora 2014?", Jumat (6/9).

Meski begitu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri tentunya tak ingin gegabah menentukan sikap. Boleh jadi Jokowi memang akan diputuskan sebagai sosok yang maju ke pilpres tapi belum tentu diposisikan sebagai capres, melainkan sebagai cawapres. Apapun keputusannya, tulis Abdul Muis Syam, PDI Perjuangan memang harus cermat menentukan pasangan capres-cawapres sebab lawan-lawan lainnya terutama Partai Demokrat dan Partai Golkar boleh jadi menyimpan suntikan beracun dalam menaklukkan PDI Perjuangan.


"Dalam menentukan dua sosok ke pilpres, PDI Perjuangan hendaknya mampu memperlihatkan sikap bijak terhadap kepentingan rakyat, bukan hanya didominasi dengan sikap politik yang nantinya malah terkesan hanya untuk kepentingan kelompok," tekan Abdul Muis Syam yang pernah aktif 20 tahun dalam dunia jurnalistik.

Untuk itu, tulis dia lagi, ada baiknya PDI Perjuangan memajukan sosok yang dianggap tak berambisi apalagi ambisius maju ke pilpres. Ukuran dasar di mata rakyat tentang sosok ambisi dan ambisius adalah figur yang pernah maju pada pilpres sebelumnya lalu maju kembali meski dengan format yang berbeda.

"Sosok ambisi dan ambisius lainnya dapat diketahui dari caranya untuk maju ke pilpres, adalah dengan melalui proses penonjolan diri secara egois dan arogan karena merasa punya uang yang melimpah untuk membeli suara," demikian Abdul Muis.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya