Flavia Pennetta memenangkan “perang saudara†melawan Roberta Vinci pada babak perempatfinal Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2013, kemarin. Petenis Italia itu berhasil menembus semifinal usai menang 6-4, dan 6-1 di Flushing Meadows, New York, AS.
Hasil ini merupakan pencapaian terbaiknya selama mengikuti AS Terbuka. Sebelumnya, dia hanya mampu tiga kali lolos perempatfinal, pada 2008, 2009, dan 2011.
Pada laga ini, Pennetta cuma butuh 65 menit mengalahkan kompatriotnya itu. Keberhasilan ini diakui Pennetta sebagai buah dari kerja kerasnya. Pasalnya, dia baru saja menjalani rehabilitasi akibat cidera pergelangan tangan yang dideritanya. “Tak pernah mudah menghadapi salah satu sahabat. Saya hanya bermain dan semua berjalan sangat baik untuk saya,†beber Pennetta, dikutip situs turnamen, kemarin.
Pennetta dan Vinci memang punya sejarah bersama. Mereka sering bertemu saat masih yunior, tumbuh bersama, hingga kini saling berhadapan di salah satu panggung terbesar tenis dunia.
“Kami masih muda saat pertama bertemu. Pada awalnya kami tidak terlalu berteman, tapi kami semakin dekat karena banyak menghabiskan waktu bersama di federasi tenis Italia, dan dekat hingga sekarang.â€
Di babak selanjutnya, Pennetta akan menghadapi Victoria Azarenka. Sang calon lawan lolos ke semifinal usai menundukkan Daniela Hantuchova. Vika-panggilan Azarenka, hanya perlu dua set menuntaskan perlawanan petenis cantik asal Slovakia itu, dalam waktu 76 menit.
“Menakjubkan melihat pemain hebat di semifinal. Flavia telah melalui banyak pertandingan. Melihatnya mencapai semifinal, itu sesuatu yang luar biasa dan saya tak sabar menghadapinya,†jelas Azarenka.
Dibandingkan tiga semifinalis lainnya, Azarenka merupakan yang termuda. Usianya masih 24 tahun, sementara Penneta 31 tahun enam bulan. Semifinalis lainnya adalah Serena Williams dan Li Na, dua pemain yang juga sudah berusia di atas 30 tahun.
Sementara di nomor putra, kiprah Rafael Nadal masih belum terhadang. Bermain di lapangan utama, Arthur Ashe, Nadal juga sukses mengakhiri “perang saudara†setelah mengalahkan sesama petenis Spanyol, Tommy Robredo di babak perempatfinal dengan skor 6-0, 6-2, dan 6-2.
Dengan kemenangan ini Nadal lolos ke babak semifinal. Namun impiannya bertemu dengan rekan senegaranya, David Ferrer urung terwujud. Ferrer dipaksa mengakui ketangguhan lawannya asal Prancis, Richard Gasquet.
“Saya bermain bagus di set pertama. Bahkan itu merupakan set pertama saya yang paling sempurna di tahun ini. Saya sangat senang dengan cara saya memukul forehand dan backhand dengan sangat baik,†kata Nadal seusai laga.
Nadal berharap, saat bertemu dengannya nanti, Gasquet berada dalam performa terbaik. “Saya mengharapkan dia tampil bagus. Dia bermain hebat di turnamen sebesar ini, Dia memenangkan duel dengan Milos Raonic dan sekarang menyingkirkan David. Itu hebat.â€
Gasquet sendiri lolos ke semifinal usai menang dalam duel lima set melawan Ferrer, 6-3, 6-1, 4-6, 2-6, dan 6-3. “Saya bermain di laga yang hebat meski dimulai dengan angin di stadion. Tapi David (Ferrer) merupakan petarung yang hebat dan saya sedikit lelah setelah pertandingan besar dengan Raonic,†jelas Gasquet.
Ini adalah kali kedua Gasquet menembus semifinal Grand Slam. Dia pertama melakukannya di Wimbledon 2007, di mana dia dikalahkan Roger Federer. [Harian Rakyat Merdeka]