Berita

prof. yakub matondang/net

Mantan Rektor: Kondisi IAIN Sumut Memprihatinkan

KAMIS, 05 SEPTEMBER 2013 | 10:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kondisi Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara dinilai semakin hari semakin memprihatinkan. Pasalnya, Rektor IAIN Sumut Prof. Nur Ahmad Fadhil sebagai pemegang kendali pengambil kebijakan, diduga banyak melakukan pelanggaran dan penyimpangan.

Pelanggaran paling fatal adalah pengambilan kebijakan strategis tanpa melibatkan anggota senat. Karena itu, banyak anggota senat yang tidak paham kemana IAIN Sumut akan dibawa.

"Mengelola kampus beda dengan mengelola perusahaan. Di kampus, semua anggota senat adalah pemegang saham. Karena itu, mereka harus dilibatkan dalam pengambilan kebijakan strategis. Tidak bisa diborong sendiri atau diborong oleh beberapa orang saja," ujar mantan Rektor IAIN Sumut Prof Dr H A Ya'kub Matondang kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu, (Kamis, 5/9).


Selain itu, lanjut Matondang, sampai periode 2009-2013 berakhir, Nur Ahmad Fadhil Lubis tidak tidak pernah menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepada anggota senat. Padahal, LPJ itu mesti dilaporkan secara berkala setiap semester, setiap akhir tahun, dan setiap akhir jabatan.

Karena itu, wajar jika banyak guru besar yang tidak memahami apa yang sudah dikerjakan dan apa yang akan dikerjakan oleh para petinggi kampus bagi kepentingan IAIN Sumut.

Karena didorong oleh kecintaan pada almamater itulah, kalangan senat menyampaikan catatan-catatan mereka kepada Menteri Agama RI. Catatan-catatan itu diharapkan dapat menjadi acuan bagi Kementerian Agama dalam melihat kondisi objektif kampus IAIN Sumut. Kementerian Agama diharapkan dapat melakukan evaluasi objektif sehingga kepemimpinan di IAIN Sumut bisa kembali menjadi efektif dan terkendali.

Kalau mau jujur, lanjut Matondang, lebih dari 50 persen guru besar di kampus sudah tidak percaya lagi kepada Fadhil. Penolakan guru-guru besar tentu nilainya sangat beda dengan penolakan warga masyarakat biasa. Sebagai akademisi, penolakan mereka pasti dilandasi alasan-alasan rasional dan semangat pengembangan intelektualisme. Menurutnya, itu adalah potret buruk bagi rektor incumbent.

"Karena itu, Kementerian Agama diharap dapat memperhatikan keluhan dan pengaduan yang disampaikan oleh para anggota senat dan guru-guru besar yang ada di lingkungan IAIN Sumut," demikian Prof. Matondang yang saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Medan Area (UMA). [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya