Berita

Bambang Suwarto/net

Pertahanan

Bakorkamla Diusulkan Jadi Koordinator Pannas BMKT

SELASA, 03 SEPTEMBER 2013 | 23:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Seiring perubahan nomenklatur Kementerian dari sebutan Departemen menjadi Kementerian, susunan Panitia Nasional Benda Berharga Asal Muatan Kapal Tenggelam (Pannas BMKT) sebagaimana termuat dalam Keppres 19/2007 diusulkan untuk direvitalisasi dengan mengganti susunannya.

Untuk itu, Bakorkamla RI dengan 12 pemangku kepentingan di dalamnya diusulkan menjadi Koordinator Pengawas karena delapan instansi diantaranya merupakan anggota Pannas adalah anggota Tim Korkamla yang dibentuk tahun 2005.

Begitu diungkapkan Kepala Pelaksanaan Harian Bakorkamla Laksamana Madya Laksamana Madya Bambang Suwarto di Nongsa Poin Marina, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin malam (3/9).


Dia menuturkan, Pannas BMKT awalnya dibentuk berdasarkan Keppres No 43/1998 yang diketuai oleh Menko Polkam. Di masa pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid terbit Keppres No 107/ 2000 tentang Panitia Nasional Benda Berharga Asal Muatan Kapal Tenggelam bahwa susunannya dipegang oleh Menteri Eksplorasi Laut dan Perikanan yang kemudian menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan berdasarkan Keppres No 19/2007.

"Revitalisasi perlu dilakukan terhadap beberapa pasal. Antara lain Pasal 1 yang menjelaskan lebih rinci mengenai definisi dalam usulan revitalisasi Keppres, dan Pasal 6 yang menjelaskan perubahan susunan keanggotaan dari Pannas BMKT," tuturnya.

Revitalisasi, lanjut dia, juga perlu dilakukan terhadap Pasal 7 yang menjelaskan perubahan pembebanan pembiayaan pelaksanaan kegiatan Pannas BMKT pada APBN Kementerian Polhukam. Kemudian pada Pasal 8 yang menjelaskan ketentuan pembentukan Tim Teknis serta penyusunan ketentuan teknis dibentuk oleh Menko Polhukam sebagai pelaksana lebih lanjut dari Keputusan Presiden tersebut. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya