Berita

rusdi kirana/net

Bos Lion Air Sebenarnya Diharapkan Warnai Konvensi

SELASA, 03 SEPTEMBER 2013 | 11:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Konvensi calon presiden yang digelar Partai Demokrat akan sangat menarik apabila para peserta yang diundang tidak mundur, salah satunya CEO Lion Air Rusdi Kirana.

"Sebenarnya konvensi PD akan sangat menarik jika RK bisa ikut serta dalam bursa capres konvensi," jelas Direktur Eksekutif Institute for Transformation Studies (Intrans) Saiful Haq kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 3/9).

Alasannya, kalau Rusdi ikut konvensi, hal itu akan memperpanjang nama pengusaha yang terjun ke politik. Apalagi, Rusdi yang berasal dari etnis Tionghoa, akan membuat konvensi positif karena semakin mengukuhkan bahwa tidak ada lagi diskriminasi dalam politik Indonesia.  "Juga karena gaya komunikasinya yang egaliter, bisa memberi warna lain pada konvensi. RK bisa menguatkan magnit elektoral konvensi PD dengan gaya komunikasi seperti Ahok dan Jokowi," ungkap Saiful.


Meski begitu, tak ditampik, Rusdi Kirana mendapat kehormatan sebagai tokoh yang diundang Komite Konvensi Partai Demokrat. Karena itu, sangat tepat Rusdi Kirana menghormati dan memenuhi undangan itu, meski sekaligus menyampaikan langsung pengunduran dirinya.

"Alasan mundurnya RK juga saya pikir merupakan sifat kenegarawanan yang patut diberi apresiasi. RK menyebut 2019 sebagai waktu yang tepat. Kita semua menunggu debut politiknya. Sosoknya unik, pengusaha, nasionalis dan problem solver. Terutama namanya di dunia internasional. Politik Indonesia membutuhkan banyak sosok seperti RK," ungkap Saiful Haq.

Berbeda dengan Mahfud MD, yang mundur karena menganggap mekanisme konvensi tidak jelas, Rusdi Kirana justru memberi penilaian positif. Meski, sah-sah saja masing-masing punya alasan untuk mundur dari proses konvensi. "Toh ini adalah proses politik yang masih bergulir. Tapi RK menunjukkan penghargaan yang lebih besar tanpa perlu menghakimi proses konvensi sebelum waktunya," imbuh Saiful.

Selain itu dia menambahkan, persoalan apakah kredilibiltas konvensi diragukaan banyak pihak karena banyak tokoh yang mundur, belum bisa ditarik kesimpulan saat ini. "Yang pasti adalah tidak ikut sertanya beberapa tokoh tersebut memang mengurangi sedikit pamor konvensi," demikian Saiful. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya