Berita

Ray Rangkuti/net

Mau Dijadikan Nama Jalan, Apakah Soeharto Layak Dijadikan Tauladan?

SELASA, 03 SEPTEMBER 2013 | 08:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kalangan aktivis menolak Soeharto dijadikan sebagai nama jalan pengganti Jalan Medan Merdeka Barat. Wacana tersebut dianggap mengorek kembali perdebatan yang tak perlu serta memperlihatkan ketidakadilan sekaligus kecerobohan.

Bekas aktivis '98 Ray Rangkuti menegaskan, pemberian suatu nama jalan dengan tokoh nasional tertentu, apalagi merupakan jalan protokol dan negara, harus didahului adanya pengakuan nasional terhadap peran dan sumbangan positif besar tokoh yang bersangkutan kepada bangsa dan negara.

Dalam posisi ini, keberadaan sang tokoh bukan saja karena terkait dengan jabatan yang pernah diembannya, tapi skaligus bagaimana jabatan itu dikelola dan dilaksanakan dapat menjadi suri tauladan bagi generasi sesudahnya.


"Bila merujuk ke nama Soeharto, kelemahan ini menjadi terlihat," ucap Ray (Selasa, 3/9).

Bila tetap dipaksakan, Ray mempertanyakan, apakah bangsa ini mau diajarkan bahwa model 32 tahun kekuasaan dan pemerintahan otoriter Soeharto adalah model yang sah bagi republik ini, tidak menyimpang dari konstitusi dan lebih dari itu bahwa penggunaan kekerasan, penahan dan penghilangan warga dengan semena-mena, membiarkan korupsi merajalela, dan lain-lain merupakan tindakan yang diperkenankan dan pelakunya tetap saja dapat bintang perhargaan.

"Pelajaran seperti apa yang hendak disampaikan oleh tim 17?" tanya Ray. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya