Berita

foto: net

Cagub Sumsel yang hanya Bisa Bagi-bagi Sembako Bukti Tak Punya Integritas

SELASA, 03 SEPTEMBER 2013 | 06:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Cara-cara sebagian calon gubernur Sumatera Selatan dalam menarik simpati rakyat disesalkan. Pasalnya pendekatan dilakukan lewat cara instan. Hal ini terbukti dengan maraknya pembagian paket sembilan bahan pokok (sembako) jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Sumsel yang akan digelar besok (Rabu, 4/9).

"Itu menunjukkan bahwa cagub-cagub tersebut tidak cukup punya kredibilatas dan integritas. Karena mereka cari simpati rakyat hanya menjelang PSU saja. Padahal rakyat butuh bukan hanya pada saat PSU saja. Ini bukti bahwa selama ini cagub-cagub tersebut tidak bekerja dengan baik dan benar dalam memberi pelayanan kepada rakyat sehingga sekarang perlu suatu yang extra untuk meyakinkan masyarakat luas tentang jualan mereka," ujar calon Wakil Gubernur Sumsel Hafisz Tohir kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 3/9).

PSU Pilgub Sumsel ini digelar setelah Mahkamah Konstitusi membatalkan Keputusan KPU Sumsel Nomor 33 tentang hasil rekapitulasi pemilihan dan Keputusan KPU Sumsel Nomor 34 tentang penetapan calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel terpilih, yaitu Alex-Ishak.


Pilgub Sumsel diikuti empat pasangan, Eddy Santana Putra-Hj Anisja D Supriyanto, Iskandar Hasan-Hafisz Tohir, Herman Deru-Maphilinda Boer, dan pasangan  Alex Noerdin-Ishak Mekki.

Lewat cara-cara tersebut, lanjut Hafisz melanjutkan keterangannya, demokrasi di Sumsel telah kehilangan ruh/darahnya. Rakyat dibodohi oleh janji janji sempit. Karena cara-cara seperti ini pasti tidak akan mendatangkan kesejahteraan buat masyarakat luas karena suara mereka telah dibeli oleh sekantong keresek sembako saja. Apalagi, menurut Hafisz Tohir, bagi-bagi sembako dalam mendekati rakyat sudah kuno dan sangat primitif dalam demokrasi.

"Quo vadis demokrasi. Kasihan rakyat Sumsel. Ironi dan memilukan. Kata kata itulah yang tepat untuk menggambarkan situasi saat ini," ungkapnya mengutip pernyataan almarhum  KH Zainuddin MZ.

Pasangan Iskandar Hasan-Hafisz Tohir yang diusung PAN, PKS, dan PBR tidak akan menggunakan cara-cara tersebut.

"Kami memiliki integritas melalui konsep yang kami tawarkan dan kami tidak punya utang atau beban masa lalu terhadap rakyat Sumsel. Untuk itu maka kami menilai cara-cara yang dilakukan saat ini dengan 'membeli' suara rakyat hanya dengan sekantung sembako itu sangatlah melukai dan merendahkan martabat rakyat. Maka kami sangat menghindari hal tersebut," ungkapnya.

Makanya, tugas KPU dan Bawaslu untuk mengawal PSU Pilgub Sumsel ini agar bebas dari keributan dan intimidasi serta praktek-praktek yang tidak demokratis lainnya. Diharapkan akan banyak aktivitas pemantauan dari LSM dan dari pemuda ataupun mahasiswa yang masih berjiwa bersih.

"Sesungguhnya yang dibutuhkan rakyat adalah suatu konsep baru untuk Sumsel yang lebih baik lagi. Itulah yang ditunggu-tunggu masyarakat luas saat ini. Ekonomi baru yang berlandaskan kesejahteraan rakyat banyak. Itulah yang diharapkan rakyat Sumsel untuk sosok Cagub yang akan datang," tandas Ketua DPP PAN ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya