Berita

boyamin saiman/net

KPK Harus Segera Cegah Sengman Bepergian ke Luar Negeri

SENIN, 02 SEPTEMBER 2013 | 21:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Keterangan Sengman Tjahja dianggap penting untuk mengungkapkan kasus suap pengurusan izin impor daging sapi. Karena itu, Komisi Pemberantasan Korupsi harus mencegahnya bepergian ke luar negeri.

Imbauan itu disampaikan Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman saat dihubungi Rakyat Merdeka Online malam ini (Senin, 2/9).

"Ini kan ada kesaksian. Sehingga harus siap sewaktu-waktu dimintai keterangan. Makanya harus dicegah. Ridwan Hakim sudah dicekal. Sengman karena sudah disebut di persidangan, harus segera dicegah juga. Kuatir melarikan diri. Biasanya, pengusaha itu melarikan diri," tegasnya.


Nama Sengman mencuat atas pengakuan Ridwan Hakim. Anak Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminudin ini di persidangan mengungkapkan ada orang dekat Presiden SBY yang dikenalnya bernama Sengman, membawa uang Rp 40 miliar milik PT Indoguna Utama.

Sengman disebut-sebut kenal dengan SBY di Palembang saat menjabat Pangdam Sriwijaya.

Informasi yang diterima Boyamin, Sengman masih di Palembang. Tapi dia tidak tahu, apakah pengusaha properti itu masih di bumi Pempek tersebut setelah namanya mencuat terkait kasus suap.

"Tapi bisa saja, kemarin setelah disebut, langsung lari sore-sore. Atau tadi pagi (dia lari ke luar negeri), atau saat kita wawancara ini dia sudah naik pesawat. Kan bisa saja. Karena belum dicegah. Makanya harus dicegah," desak Boyamin lagi. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya