Berita

FOTO:NET

Pertahanan

Dua Kapal Bakorkamla Siap Melaut

SENIN, 02 SEPTEMBER 2013 | 12:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) akhirnya punya dua kapal patroli yang siap melaut. Kapal dengan daya jelajah cepat itu guna meningkatkan tugas pengamanan laut di wilayah perairan perbatasan.

Informasi yang dihimpun Rakyat Merdeka Online, dua kapal ini menghabiskan total biaya masing-masing sebesar Rp 58 miliar yang pengerjaannya dilakukan di dalam negeri. Kapal diberi nama Kamla 4801 (Bintang Laut) dan Kamla 4802 (Singa Laut).

Kapal yang memiliki ukuran panjang 48 meter, danat berbahan aluminium aloy tersebut, merupakan kapal induk yang memiliki berbagai fungsi sebagai kapal pengumpul informasi dan komunikasi modern yang terintegrasi ke seluruh radar milik Bakorkamla mulai dari Sabang hingga Merauke.


Kapal mampu melaju dengan kecepatan maksimal 200 mil laut atau 370 km, dengan mesin mampu menggerakan kapal hingga 25 Knot perjam. Kedua kapal ini juga dilengkapi teknologi untuk mengatasi cuaca ekstrim di tengah laut.

Kalau tidak ada aral melintang, pengoperasian pertama kapal akan diresmikan Selasa (3/9) besok di Pangkalan Armada Laut Bakorkamla di Jembatan 3, Barelang, Batam, Kepri. Peresmian kapal sedianya dilakukan Menkopolhukam Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto selaku Ketua Bakorkamla. Tapi karena Djoko Suyanto sedang tugas mendampingi Presiden SBY ke Rusia, maka peresmian akan dilakukan oleh Kalakhar Bakorkamla,  Laksamana Madya Bambang Suwarno. Peresmian juga akan dihadiri 12 stakeholder di bawah payung Bakorkamla.

Bintang Laut dan Singa Laut rencananya akan digunakan dalam pengamanan laut Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Bali, Oktober 2013.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya