Berita

Disesalkan, Komite Konvensi Abai Kader Sendiri

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | 21:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komite Konvensi Partai Demokrat yang ditugasi melakukan penjaringan calon presiden dinilai bekerja jauh dari semangat keterbukaan. Perhatian Komite Konvensi yang terfokus mengundang tokoh dari luar Partai Demokrat mengisyarakat komite melakukan pembatasan terhadap kader-kader terbaik yang berpotensi menjadi pemimpin.

Begitu ditegaskan Pengamat Politik Heri Budianto, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Sabtu (31/8). Pernyataan Heri yang juga pengajar Universitas Mercu Buana berkaitan dengan tidak diundangnya Isran Noor oleh Komite Konvensi. Selain Bupati Kutai Timur dan Ketua Apkasi, Isran juga menjabat sebagai Ketua DPD PD Provinsi Kalimantan Timur.

"Kalau mau fair, Komite Konvensi harus membuka kesempatan seluasnya-luasnya baik kader terbaik maupun tokoh-tokoh dari luar yang bukan kader Demokrat.


Heri menjelaskan harusnya Komite Konvensi memprioritaskan kader Partai Demokrat karena loyalitas sudah teruji ketimbang tokoh yang bukan kader. Alasannya, tokoh yang bukan kader resistensinya sangat tinggi.

"Kalau mereprensetasekan kader terbaik, mestinya diundang," katanya.

Sebelumnya, Ketua DPD PD Provinsi Sulawesi Tenggara, Muh Endang menyatakan Komite Konvensi harus memberikan penjelasan yang transparan terkait dengan tidak diundangnya Isran Noor. Kata dia, penjelasan ini perlu untuk menghindari timbulnya prasangka buruk dan ketidakpuasan publik terhadap kinerja Komite Konvensi.

"Saya kira perlu dijelaskan ke publik. Karena ini merupakan model demokrasi yang diletakkan oleh Ketua Majelis Tinggi (SBY) dan tentunya akan menjadi contoh. Suara publik juga harus didengar," ucapnya.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya