Berita

denny ja/rmol

Politik

Denny JA Berniat Mundur dari Dunia Survei Politik

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | 08:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL/ Pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA berniat mundur dari dunia survei politik seusai Pilpres 2014. Ia dikenal sebagai tokoh pertama yang menempatkan survei dalam khasanah praktik politik di era demokrasi di Indonesia.

"Saatnya regenerasi di dunia survei atau konsultan politik. Saya akan lebih senang lagi jika menutup regenerasi ini dengan ikut membantu kemenang presiden ketiga kalinya," ujar Denny JA kepada redaksi beberapa saat lalu (Sabtu pagi, 31/8).

Denny JA memulai debutnya di dunia survei dan konsultan politik pada pemilihan presiden 2014 yang merupakan pemilihan presiden secara langsung yang pertama kali digelar di era reformasi. Sebelum Maret 2004, sebelum LSI merilis hasil survei menjelang Pilpres 2004 sedikit sekali yang percaya bahwa SBY bisa mengalahkan Megawati Soekarnoputri yang dianggap begitu berkuasa. Selain incumbent dan ketua umum partai terbesar di masa itu, Mega juga anak Bung Karno.


"Saya seperti melawan arus. Namun kemudian terbukti SBY terpilih," kata dia lagi.  

Salah satu ucapan Denny JA kala itu, yang dikutip sebuah harian nasional hari ini, mengatakan: "Dicalonkan oleh partai nangkapun, SBY akan terpilih sebagai presiden. Ini era matinya ideolog di sekitar capres dan digantikan oleh lembaga survei dan public relation."

"Tak terasa sudah 10 tahun saya berkiprah di dunia survei dan konsultan politik, hadir membawa tradisi baru survei dan konsultan politik, yang kini mewarnai aneka pemilu dan pilkada. Pilpres 2014 saya niatkan menjadi kiprah saya yang terakhir," kata Denny JA lagi.

Dia menambahkan, pengalamannya memenangkan capres underdog di tahun 2004 (SBY), dapat terulang kembali di tahun 2014. Bagaimanapun juga di dalam politik berlaku diktum: kecuali mengubah lelaki menjadi perempuan, dan perempuan menjadi lelaki, opini publik bisa mengubah apa saja. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya