Berita

soekarno/net

Nama Jalan Medan Merdeka Utara Segera Diganti jadi Bung Karno

JUMAT, 30 AGUSTUS 2013 | 17:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggelar pertemuan dengan Ketua MPR, Sidharto Danusubroto. Dalam pertemuan itu juga hadir Ketua Delegasi Panitia 17 Jimmly Asshiddiqie.

Jimmly menyatakan, pembentukan Panitia 17 merupakan inisiatif dari sejumlah tokoh. Sebab, mereka menilai rasa kepahlawanan warga negara makin terkikis. "Karena makin kurangnnya rasa memiliki warga bangsa terhadap kepahlawanan, ada kebutuhan rekonsiliasi sejarah," kata Jimmly di gedung MPR, Jakarta, Jumat (30/8).

Menurut dia, Panitia 17 ingin nama-nama pahlawan diabadikan menjadi nama-nama jalan dan gedung tertentu. Pemberian nama itu dimulai dari DKI Jakarta. "Kami sepakat mulai dari DKI dan mulai dari Soekarno-Hatta," katanya seperti dilansir JPNN.


Panitia 17 lanjut Jimmly, mengusulkan agar di setiap ibukota provinsi terdapat nama Jalan Soekarno dan Jalan Hatta. Di samping itu, juga berkembang ide nama-nama pahlawan lainnya untuk nama jalan.

"Target pada tanggal 10 November, kami punya rencana, Jalan Merdeka Utara dan Jalan Merdeka Selatan diresmikan menjadi Jalan Bung Karno (di Merdeka Utara) dan Bung Hatta (di Merdeka Selatan)," kata Jimmly.

Selain Jalan Merdeka Utara dan Jalan Merdeka Selatan, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini menyatakan, Panitia 17 mengusulkan Jalan Merdeka Barat dan Merdeka Timur diganti namanya. "Merdeka barat jadi Soeharto dan Merdeka Timur jadi Ali Sadikin," katanya.

Namun, untuk Jalan Merdeka Barat dan Merdeka Timur masih dalam proses penggodokan. "Prosesnya belum final. Pada saatnya nanti kita umumkan. Nanti kami usulkan ke gubernur dan gubernur teruskan ke presiden," kata Jimmly.

Menurutnya, untuk mengganti nama Jalan Merdeka Barat, Merdeka Timur, Merdeka Utara, dan Merdeka Selatan harus ada Keputusan Presiden (Keppres). "Biasanya cukup oleh gubernur," kata Jimmly.

Sementara itu, Jokowi mengatakan, pergantian jalan menjadi Ali Sadikan dan Soeharto masih dalam pembicaraan. "Saya kira kita fokus dulu pada Bung Karno dan Pak Hatta. Dua ini gol dulu sebelum September," katanya. [zul]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya