Berita

muhammad najib/net

Muhammad Najib: Evakuasi Segera WNI di Suriah!

KAMIS, 29 AGUSTUS 2013 | 23:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Najib meminta pemerintah RI untuk segera mengevakuasi WNI yang ada di Suriah seiring terus meningkatnya ancaman serangan militer di negara tersebut.

"Saya berfikir dan berpendapat sebaiknya semua WNI secepat mungkin dievakuasi atau diminta untuk meninggalkan Suriah sebelum terjebak dan tertutup jalan untuk meninggalkan negeri ini," kata Najib kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis (28/8).

Dalam pengamatan Najib, serangan militer terhadap Syria hanya tinggal menghitung hari. Sejumlah negara sudah menggerakkan mesin perangnya mendekati Suriah.


"Melihat peta politik yang ada di lapangan sudah semakin sempit jalan penyelesaian secara damai," katanya.

Kondisi di Suriah belakangan kian memanas. Koalisi Amerika Serikat, Isarel, Perancis, Inggris, Qatar dan Saudi Arabia yang menyokong kelompok pemberontak Suriah sudah mengancam akan menyerang pemerintahan Assad. Di saat yang sama, Iran sudah mengancam untuk menyerang Israel bila koalisi Barat menyerang Suriah. Ancaman serupa kepada koalisi Barat juga disampaikan Rusia.

Presiden Suriah, Bashar al-Assad menyatakan negaranya akan jadi pemenang jika konfrontasi militer dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya terjadi. Sesumbar Assad itu muncul setelah Washington dan negara Barat lainnya menyatakan tengah mempertimbangkan serangan militer segera mungkin terhadap rezim Assad, sebagai hukuman atas penggunaan senjata kimia di pinggiran kota Damaskus, pekan lalu.

Sebelumnya, Washington dan sekutunya menyatakan siap menyerang Suriah tanpa harus mendapat ijin dari PBB. Presiden AS, Barack Obama mengatakan pemerintahannya meyakini rezim Assad telah menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya. Dugaan rezim Assad telah menggunakan senjata kimia menguat pada pekan lalu, setelah sebuah serangan yang diduga menggunakan gas saraf menghantam daerah pinggiran kota Damaskus, menewaskan 1300 orang.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya