Berita

Kemenkop Rapatkan Barisan Atasi Kelangkaan Kedelai

KAMIS, 29 AGUSTUS 2013 | 13:18 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Kementerian Koperasi dan UKM berkoordinasi dengan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakopti) serta Perbankan, mengatasi kelangkaan kedelai yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

"Kordinasi kali ini untuk mengatasi persoalan sekaligus menjamin ketersediaan kedelai di pasaran," kata Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, kemarin.

Menkop meminta dan mendorong Bulog meningkatkan peranan dalam menjamin ketersediaan kedelai di pasar lokal.


Pihaknya menyatakan sangat mendukung langkah BUMN logistik itu untuk mengamankan ketersediaan kedelai di pasar baik melalui impor maupun membeli produksi dalam negeri.

"Kami akan mendukung penuh, sebab mekanisme sudah jelas. Bulog sudah memiliki payung hukum yang sah untuk melakukan kewenangan impor itu baik melalui UU maupun perpres. Sedangkan Gakopti akan bekerja sama dalam distribusi," katanya.

Hasil pertemuan itu, kata Menteri, akan dilaporkan pada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa agar bisa disampaikan kepada Presiden.

"Jadi ke depan kami harapkan masalah kedelai ini bisa diatasi sesegera mungkin," katanya.

Pada kesempatan yang sama Managing Director Commercial & Business Banking PT Bank Mandiri Sunarso mengatakan, pada prinsipnya suplai kedelai di lapangan berkurang karena depresiasi rupiah terhadap dolar AS.

"Kami siap mendukung dari sisi UKM yang bergerak di bidang ini, tidak perlu skema kredit yang baru. Kami berpendapat skema KUR yang paling siap untuk mendukung para perajin kedelai di lapangan," katanya.

Sementara itu Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan pihaknya siap untuk menjadi stabilisator harga pangan khususnya kedelai.

Ia menambahkan, Bulog sudah mempersiapkan diri sejak beberapa bulan lalu bahkan sempat meminta izin impor kedelai sebesar 100.000 ton pada Maret 2013, tetapi belum juga mendapatkan persetujuan.

"Kami sudah melakukan kontak intensif dengan perbankan dan Gakopti dalam rangka menjamin penyaluran kedelai," katanya.

Pihaknya pun telah membeli produksi kedelai dalam negeri di sejumlah sentra seperti Aceh dan beberapa sentra di Jawa Timur.

Bulog juga sudah melakukan kontak intensif dengan beberapa negara eksportir kedelai yakni Amerika Serikat dan Brazil.

"Kami sempat mengusulkan agar ada cadangan kedelai yang disimpan oleh Bulog sehingga jika terjadi kelangkaan Bulog bisa sewaktu-waktu menyuplai ke UKM-UKM," katanya.

Ketua II Gakopti Sutaryo ada tindakan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang dalam menanggulangi persoalan terkait kedelai tersebut karena hal itu sudah sering terjadi.

"Kami mohon pemerintah bisa menyelesaikan persoalan ini secepatnya karena sudah ada payung hukum yang menugaskan Bulog untuk mengamankan harga kedelai. Jadi kami minta ini ditindaklanjuti dan direalisasikan karena kondisi rekan-rekan kami di lapangan sudah sangat memprihatinkan," katanya.

Ia menegaskan, tahun ini adalah kenaikan harga kedelai yang paling parah dibandingkan kondisi serupa pada 2008 dan 2012. ant/dzk

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya