Berita

DR. Rizal Ramli/net

Cara Rupiah Kembali ke Level Aman

KAMIS, 29 AGUSTUS 2013 | 03:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perlu tindakan cepat dan tepat untuk mengatasi persoalan terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pada Rabu kemarin (28/8), nilai tukar pada sejumlah bank di Jakarta makin mendekati level Rp 12.000 per dolar AS. Agar nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa kembali ke level yang secara psikologi aman, pemerintah disarankan melakukan kontrol terhadap aliran modal.

"Kalau berani, lakukan parcial capital control seperti yang dilakukan Mahatir Muhammad di Malaysia pada waktu krisis 1998. Aliran modal keluar dikontrol," ujar ekonom senior DR Rizal Ramli di Jakarta, Rabu malam (28/8).

Selain itu, agar nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa kembali ke level yang secara psikologi aman, kata Rizal Ramli, pemerintah perlu membuat kebijakan yang lebih agresif untuk mengurangi impor. Apabila ini dilakukan maka defisit transaksi berjalan atau carrent account defisit bisa berkurang setengahnya menjadi minus 5 miliar dolar AS dari yang ada saat ini sebesar minus 9,8 miliar dolar AS.


Tidak lupa, lanjut Menko Perekonomian era Gus Dur ini, yang juga penting dilakukan adalah menerapkan pembatasan impor produk pangan melalui sistem tarif. Rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa harus menanggung kenaikan harga pangan akibat melemahnya nilai tukar rupiah karena sistem kuota yang selama ini ditempuh menyediakan ruang bagi kartel pangan. Sebaliknya, dengan sistem tarif, kartel di sektor pangan bisa dihapuskan sehingga harga pangan pun malah turun dan bukannya naik dengan dolar. Di lain hal, katanya, produksi pangan dalam negeri harus ditingkatkan.

"Saya tidak paham ada pemimpin yang mendapat (gelar) doctor dalam bidang pertanian tapi pertanian kita hancur, budget untuk sektor pertanian berkurang," demikian Rizal Ramli sembari menekankan pentingnya memasukkan eksport revenue ke dalam sistem perbankan. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya